Crypto

3 Mata Uang Kripto yang Dimiliki Elon Musk, Apa Saja Itu?

Seperti yang diketahui, CEO Tesla Elon Musk adalah salah satu orang kaya dan dikenal cukup vocal dalam berbicara mengenai mata uang kripto. Beberapa kali ia kedapatan mengunggah hal-hal berbau kripto pada akun Twitternya.

Bahkan unggahannya di Twitter tersebut berhasil membuat sejumlah mata uang digital mengalami gejolak harga. Hingga hari ini masih ada banyak pihak yang bertanya-tanya mengenai apa alasan sebenarnya Elon Musk terkait mata uang kripto pada laman sosial media bersimbol burung tersebut.

Namun, belakangan Musk membuka rahasia investasinya di uang kripto. Elon mengungkap ada tiga uang kripto pilihannya yakni Bitcoin, Ethereum dan Dogecoin. Menurutnya, investasinya di uang kripto menjadi salah satu yang terbesar selain Tesla dan SpaceX. Tidak hanya ia pribadi, perusahaan besutannya Tesla dan SpaceX juga memiliki investasi pada Bitcoin.

Hal ini disampaikannya ketika jadi pembicara di event bernama “The B World”. Dalam kesempatan itu Elon Musk tampil bersama dengan CEO Twitter Jack Dorsey, dan CEO Ark Invest Cathie Wood.

Musk mengatakan, “Saya adalah seorang pendukung Bitcoin dan ide mata uang kripto secara umum”.

Meski secara sadar bahwa cuitannya di Twitter sering kali membuat gejolak harga terhadap uang kripto, namun ia mengakui bahwa sebagian kesuksesan finansialnya berasal dari kinerja mata uang kripto tersebut. Karenanya, ia berharap melihat Bitcoin berhasil.

3 Mata Uang Kripto yang Dimiliki Elon Musk, Apa Saja Itu?

3 Mata Uang Kripto yang Dimiliki Elon Musk, Apa Saja Itu?

Mengutip dari CNN Business pada hari Kamis (22/7/2021), Musk menjelaskan, “Jika harga Bitcoin turun, saya kehilangan uang. Saya mungkin melakukan pump, tetapi saya tidak melakukan dump, saya tidak percaya tindakan mendapatkan harga tinggi kemudian menjual atau semacamnya. Saya ingin melihat Bitcoin berhasil”.

Sekadar informasi, istilah pump dan dump adalah istilah populer di pasar keuangan. Istilah ini sendiri merujuk pada tindakan seseorang yang mencoba untuk meningkatkan harga sebuah aset melalui pernyataan palsu, dan menyesatkan atau berlebihan (pump), sebelum akhirnya dijual untuk mendapatkan harga tertinggi (dump).

Diberitakan sebelumnya, Musk sempat menyinggung terkait kemungkinan besar akan kembali menerima pembelian mobil listrik menggunakan Bitcoin, setelah penambangan mata uang kripto mencapai penggunaan 50 persen energi terbarukan.

Mengutip dari CNBC hari Kamis (22/7/2021), Musk mengatakan, “Bitcoin mulai beralih ke energi terbarukan, dan sejumlah perangkat penambangan Bitcoin yang digunakan sudah dihentikan, khususnya yang berada di China”.

Ia menambahkan, “Saya ingin melakukan uji kelayakan untuk memastikan penggunaan energi terbarukan sudah berada di level 50 persen atau lebih, dan melihat apakah angka itu akan terus meningkat. Jika iya jawabannya, Tesla akan kembali menerima Bitcoin”.

Sebelumnya, pada bulan Mei lalu, Tesla mengumumkan tidak akan lagi menerima cryptocurrency atau uang kripto untuk pembelian produk Tesla. Hal itu menyusul kekhawatiran atas dampak lingkungan dari penambangan Bitcoin yang menggunakan listrik dalam jumlah besar.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top