Forex

5 Solusi Menghadapi Floating Minus Dalam Trading Forex, Apa Saja?

5 Solusi Menghadapi Floating Minus Dalam Trading Forex, Apa Saja?

5 Solusi Menghadapi Floating Minus Dalam Trading Forex, Apa Saja?

Pada prakteknya, banyak sekali trader forex yang membiarkan posisi floating minus hingga ratusan atau bahkan ribuan pips. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa harga akan berbalik dan membuat hasil trading menjadi profit. Namun tanpa disadari hal tersebutlah yang justru membuat banyak trader mengalami kerugian yang besar bahkan kehabisan dana. Lalu adakah solusi untuk menghadapi floating minus dalam trading forex?

Seperti yang diketahui, trading forex ibarat sebuah peperangan high speed. Dimana seorang trader harus mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi dalam mengambil keputusan atas kondisi market yang tidak stabil. Dan sebagaimana trader ketahui bahwa perubahan kondisi market terhadap pergerakan harga akan berlangsung sangat cepat. Bahkan hanya dalam hitungan detik harga bisa melambung atau melorot.

Pada kesempatan kali ini, kami akan mencoba memberi solusi terkait kondisi floating minus. Untuk itu, artikel ini menjadi penting untuk Anda baca sebagai sarana belajar mengenai dunia seputar trading forex. Berikut ulasan lengkapnya!

Baca Juga: 2 Faktor Penyebab Trader Sering Alami Loss, Apa Saja Itu?

Memahami Floating Minus Dalam Forex

Secara umum, istilah floating minus digambarkan sebagai posisi yang mengambang, belum di tutup, di-closed atau dieksekusi. Saat anda buy atau sell dan hasilnya minus atau profit, namun belum di-closed maka itu disebut floating. Keuntungan maupun kerugian trader tergantung dari posisi terbuka.

Dan jika perencanaan dan kondisi psikologis Anda sebagai trader dalam kondisi yang tidak benar-benar siap, maka terkadang posisi order akan mengalami floating minus. Bahkan jika Anda membiarkannya hingga berlangsung berminggu-minggu, maka sedikit demi sedikit equity Anda akan terus berkurang disamping floating minus yang sedang Anda hadapi.

Dalam kondisi ini pula Anda sedang diuji ketahanan modal terhadap penggunaan lot. Dan tanpa Anda sadari, selain menggerogoti modal, hal ini juga dapat menghancurkan mental Anda sendiri. Hal inilah yang kemudian justru harus diwaspadai karena dapat menghancurkan akun Anda dalam sekejap.

Solusi Menghadapi Floating Minus

Dari berbagai pengalaman, setidaknya terdapat 5 cara yang dapat Anda lakukan ketika menghadapi situasi floating minus. Dan berikut 5 tips atau cara yang dapat membantu Anda ketika trading dalam kondisi floating minus:

Cutloss

Dalam pengertiannya, istilah cut loss diterjemahkan sebagai tindakan menutup posisi trading untuk membatasi kerugian. Dimana hal ini dilakukan secara manual, yaitu langsung oleh trader yang bersangkutan. Fitur ini dapat Anda lakukan apabila salah dalam melakukan open posisi ataupun salah dalam melakukan analisa sehingga berakibat mengalami kerugian.

Banyak sekali trader melakukan cut loss untuk menyelamatkan margin. Sehingga dengan adanya cut loss ini, Anda sebagai trader dapat terhindar dari loss yang cukup besar. Alat ini dilakukan secara manual dengan cara melakukan cut posisi atau clear posisi pada saat mengalami kerugian tanpa menunggu harga menyentuh stop loss terlebih dahulu. Sehingga kerugian yang diakibatkan tidak terlalu besar dan Anda dapat melakukan open posisi kembali.

Meski memiliki fungsi yang sama pentingnya seperti stop loss dan trailing stop, namun cut loss sangat sulit dilakukan. Hal ini karena cut loss membutuhkan determinasi dan disiplin yang kuat dari diri trader itu sendiri.

Baca Juga: 3 Cara Membatasi Kerugian Trading Forex. Apa Saja?

Hedging Internal

Istilah hedging diartikan sebagai strategi membatasi atau melindungi dana dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang merugikan. Dalam pengertian lain, hedging bertujuan untuk meminimalisir risiko loss. Melalui strategi ini, trader dapat melindungi dana atau modal mereka dari kerugian meskipun sedang melakukan transaksi.

Fitur hedging merupakan salah satu fitur yang memudahkan Anda untuk melakukan penjualan maupun pembelian melalui pasangan dengan jangka waktu yang sama. Setiap posisi yang dibuka akan dibukukan sebagai posisi trading independen yang sepenuhnya terpisah dari posisi trading awal.

Ketika Anda ingin melakukan hedging, Anda dapat menggunakan besar lot yang sama untuk mengunci minus. Atau Anda dapat menggunakan lot yang lebih besar untuk sekaligus memperkecil kerugian. Dan ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu titik tujuan mana yang Anda prediksi. Selain itu, jangan sampai ada entri buy di atas dan Anda entri sell di bawah dan market bermain-main di tengah kedua entri Anda.

Hedging Eksternal

Jika dilihat secara fungsi, fitur hedging memiliki fungsi yakni untuk mengurangi resiko ketika pasar sedang berada dalam kondisi yang sangat sulit untuk diprediksi. Ataupun pergerakan harga yang terjadi tak sesuai harapan Anda. Trader yang lebih memilih menggunakan strategi hedging dibandingkan menutup posisi, biasanya sudah mempunyai rencana serta sudah melakukan analisa.

Dan hedging ekternal pada dasarnya sama dengan hedging internal. Perbedaannya adalah Anda melakukannya dalam akun yang berbeda. Hal ini bisa Anda lakukan jika Anda mempunyai cukup modal dan mempunyai beberapa akun. Yang perlu Anda perhatikan adalah aturan broker forex yang Anda gunakan, karena pada kenyataannya ada beberapa broker yang melarang teknik ini.

Baca Juga: Pentingnya Memahami Manajemen Risiko Dalam Trading Forex

Martingale

Strategi martingale merupakan sebuah teori manajemen probabilitas yang memungkinkan kesamaan nilai sesuatu di masa tertentu dengan masa sebelumnya menggunakan prinsip penggandaan. Teknik martingale sebenarnya bukanlah sebuah rumus rahasia yang dapat membuat seseorang konsisten menang taruhan, tetapi strategi ini hanyalah sekadar cara dalam pengelolaan modal (money management).

Memang martingale adalah strategi trading yang terkenal dengan risiko tinggi. Dan strategi martingale berguna untuk memperoleh keuntungan dalam jumlah besar. Di mana keuntungan tersebut juga digunakan untuk menutup kerugian dari transaksi yang terjadi sebelumnya. Keuntungan tersebut berasal dari penggandaan modal di transaksi sebelumnya.

Untuk berhasil dalam menggunakan strategi martingale dibutuhkan faktor kunci, yakni modal yang sangat besar. Jika modal yang dimiliki tidak besar maka trader bisa mengalami kerugian. Saat menggunakan strategi ini, trader hanya perlu menunggu hingga kondisi minus bisa diganti dengan hasil keuntungan ganda.

Inject Data

Cara ini dapat Anda lakukan jika Anda memiliki modal yang benar-benar kuat. Bisa saja Anda dalam trading memasukkan modal Anda sebagian kecil terlebih dahulu dan masukkan lagi ketika salah dalam entri posisi. Setiap teknik memang harus memiliki teknik yang matang, jika tidak maka setelah inject lagi dan lagi yang terjadi malah tetap saja Margin Call.

Perhitungan yang matang adalah mempertimbangkan secara matang maksimal mengambang Anda akan sampai di titik mana. Dan Anda dapat menyediakan setidaknya 2 kali lipat dari perhitungan titik yang Anda tentukan tadi.

Baca Juga: 4 Tips Mengurangi Risiko pada Trading Forex

Kesimpulan

Itulah ulasan mengenai 5 solusi menghadapi floating minus dalam trading forex. Kelima solusi di atas hanya saran, dan silakan Anda tentukan sendiri pilihan terbaik menurut gaya trading Anda.

Dan memang setiap trader tentu ingin mendapatkan profit . Tetapi loss merupakan hal yang pasti dialami oleh setiap trader baik trader pemula atau yang sudah mahir sekalipun. Anda tidak perlu merasa khawatir, karena masih banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir loss tersebut.

Memang seperti itulah trading forex, dibutuhkan banyak ilmu untuk menguasainya. Namun bukan berarti dunia trading forex tidak dapat dipelajari. Mudah mudahan materi ini bisa membantu Anda dan bermanfaat. Untuk artikel-artikel forex lainnya, Anda dapat terus mengikuti unggahan di situs tradinguang.com ini. Karena setiap hari akan selalu ada update artikel seputar forex atau investasi lainnya.

Salam!

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advertisement
To Top