Forex

5 Tips Psikologi Trading Bagi Trader Forex

Untuk diketahui, kesulitan dalam mengatur psikologi membuat trader akan merasa terus gagal ke depannya. Akibatnya, hal ini bukannya mendapatkan keuntungan, namun justru akan mendapatkan kerugian. Setelah itu, yang terjadi adalah dalam diri trader akan dipenuhi rasa panik yang berlebihan, khawatir yang berkecamuk, dan berpikiran negatif.

Namun, perlu diingat bahwa rasa panik, khawatir dan pikiran yang negatif akan sering ada jika kita memulai sebuah usaha. Tapi hal-hal itu jika dikelola dengan baik justru akan menghasilkan sesuatu yang positif. Inilah arti penting dari psikologi trading.

Psikologi trading sangat diperlukan para trader karena menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam Trading Forex. Lantas, apa itu psikologi trading itu? Dan apa saja tips dari psikologi trading?

Pengertian Psikologi Trading:

Psikologi trading adalah istilah luas yang mencakup semua emosi dan perasaan yang akan ditemui oleh trader pada umumnya ketika melakukan trading. Beberapa dari emosi ini membantu dan harus dipelihara, antara lain yakni seperti ketakutan, keserakahan, kegugupan, dan kecemasan. Psikologi trading sendiri adalah rumit dan membutuhkan waktu untuk sepenuhnya dapat dikuasai.

Seorang trader pasti sudah memiliki rencana khusus terkait trading yang dilakukannya. Namun sayangnya, trader kadang melakukan hal yang tidak sesuai rencana. Alasannya karena kabar ekonomi yang kurang baik atau hambatan lainnya. Ketakutan-ketakutan tersebut sebenarnya bisa diatasi jika anda menerapkan psikologi trading.

Penyebab emosi trader pada trading forex:

1. Ketakutan
2. Keserakahan
3. Kegembiraan
4. Berharap yang berlebihan

5 Tips Psikologi Trading Bagi Trader Forex

5 Tips Psikologi Trading Bagi Trader Forex

Tips Psikologi Trading

1. Jadi trader yang disiplin

Trader berpengalaman akan selalu mencoba dan menguji dari strategi yang dimiliki hingga menjadi taktik yang sangat baik. Sementara itu, di satu sisi yang lain, trader pemula seringnya justru tak sabar untuk membuka trading sehingga kerap membuat keputusan yang tergesa-gesa.

2. Menerapkan manajemen risiko

Pentingnya manajemen risiko yang efektif tidak dapat dilebih-lebihkan. Manfaat psikologis dari manajemen risiko tidak ada habisnya. Mampu mendefinisikan target dan menghentikan kerugian di depan, memungkinkan trader untuk menarik napas lega karena mereka memahami seberapa besar mereka bersedia mengambil risiko dalam upaya mencapai target. Aspek lain dari manajemen risiko melibatkan penentuan posisi dan manfaat psikologisnya.

3. Jangan tiru orang lain

Gunakan cara trading yang sesuai dengan pribadi dan kehidupan Anda serta terapkan dari awal saat mulai belajar forex trading. Semakin Anda nyaman dengan gaya trading Anda, baik itu strategi, Time Frame dan Money Management yang Anda gunakan, hasil trading Anda semakin baik. Dan Anda pun akan semakin mencintai bisnis yang bisa menambah income Anda ini.

4. Jangan mencoba balas dendam dengan berusaha melawan pasar

Seperti yang diketahui, market forex sudah ada sebelumnya, dan hal ini akan selalu ada di masa mendatang. Namun yang perlu dicatat, tak ada satu sosok trader yang bisa mengalahkan market sendirian. Di saat Anda mengalami kalah, hal yang penting untuk dilakukan adalah menjaga kepala tetap dingin dan tidak mencoba mengejar market.

5. Jangan terlalu percaya diri

Trader seharusnya jangan masuk market dengan kepercayaan diri yang terlalu tinggi. Karena ini bukan sikap yang tepat untuk masuk market. Pastikan bahwa semua trading yang dibuka selalu didasarkan pada analisa market yang komplit dan mendetail. Untuk diketahui, beberapa kemenangan yang didapat bisa saja karena keberuntungan, bukan murni karena memakai strategi yang dipilih.

William Adhiwangsa
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Pengertian Istilah FOMO pada Trading Forex

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top