Finansial

Ancaman Resesi di Australia Akibat Covid dan Kebakaran Hutan

Australia ibarat tengah mengalami masa-masa sudah jatuh tertimpa tangga. Belum selesai memulihkan diri usai bencana kebakaran hutan beberapa waktu lalu, Australia langsung dihantam badai baru bernama Covid. Meski Covid sendiri melanda seluruh dunia, tetapi benua kecil yang tengah memulihkan diri dari bencana kebakaran hutan, termasuk yang mendapatkan dampak paling buruk, terutama berupa ancaman resesi di Australia.

Apa Itu Resesi?

Resesi dikenal sebagai sebuah kondisi ketika perekonomian suatu negara mengalami penurunan dalam tempo lebih dari dua kuartal dalam satu tahun. Secara ekonomi makro, resesi terjadi ketika terjadi penurunan pada Gross Domestic Product atau GDP suatu negara. Sehingga dengan kata lain, resesi terjadi ketika pertumbuhan ekonomi suatu negara bernilai negatif.

Resesi umumnya berhubungan dengan turunnya harga atau yang biasa disebut deflasi. Resesi dapat terjadi dan mengakibatkan berbagai penurunan secara simultan pada beberapa sektor dan aktivitas ekonomi. Beberapa sektor yang terdampak di antaranya investasi, profit perusahaan, hingga lapangan kerja. Resesi yang terus berlangsung dapat menyebabkan depresi ekonomi.

Penyebab Ancaman Resesi di Australia

Termasuk ke dalam negara maju ternyata tidak membuat Australia bisa terlepas dari ancaman resesi. Buktinya, para pakar ekonomi menyebutkan bahwa tahun ini Australia terancam akan mengalami resesi. Ada beberapa sebab mengapa Australia terancam mengalami resesi pada tahun 2020 ini. Berikut ini beberapa penyebabnya

Ancaman Resesi di Australia Akibat Covid dan Kebakaran Hutan

Ancaman Resesi di Australia Akibat Covid dan Kebakaran Hutan



1. Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan hebat yang melanda Australia beberapa waktu lalu disinyalir menjadi salah satu penyebab utama Australia terancam mengalami resesi. Kejadian bencana kebakaran yang melanda pada bulan Januari awal tahun ini membuat Australia harus merugi secara ekonomi. Tidak main-main, kerugian yang harus ditanggung oleh Australia akibat bencana ini mencapai 4,4 miliar dolar.

Rupanya, angka sebesar itu bukanlah yang terburuk, karena ternyata kebakaran hutan juga membawa dampak lainnya yakni menurunnya kepercayaan konsumen Australia. Belum cukup, ternyata ekonomi Australia juga harus dihantam dengan fakta bahwa akan ada peluang penurunan suku bunga pada bulan berikutnya.

Kebakaran hutan yang melanda Australia menyebabkan kerugian pada sektor industri pertanian dan pariwisata. Menurut Katerina Ell, seorang Ekonom, sektor pariwisata Australia paling terdampak. Berkurangnya jumlah wisatawan yang datang menjadi kerugian tersendiri pada perekonomian Australia. Belum lagi kerusakan produk pertanian akan meningkatkan harga buah dan sayuran dari petani lokal.

2. Pandemi Covid-19

Belum tuntas Australia berusaha menyelesaikan masalah ekonomi terkait kebakaran hutan, Australia harus berhadapan dengan bencana lainnya berupa pandemi Covid-19. Penyebaran virus Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia, membuat terjadi perlambatan ekonomi di berbagai negara, termasuk China dan Australia.

Perlambatan ekonomi China ternyata juga berimbas pada perekonomian ekonomi Australia. Adanya pandemi virus Covid ini juga memaksa pemerintah Australia untuk menerapkan strategi isolasi dan disrupsi domestik pada perekonomiannya.

Isolasi dan disrupsi domestik ini akan memberikan dampak penurunan ekonomi Australia. Tahun 2020 ini, Australia hanya akan tumbuh secara ekonomi sebesar 0,4%. Strategi menurunkan suku bunga dan stimulus pun terpaksa harus dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian Australia.

Resesi Pertama dalam 29 Tahun

Ancaman resesi yang akan melanda Australia akibat adanya Covid dan kebakaran hutan ini menyebabkan penyusutan pertumbuhan perekonomian Australia. Resesi tahun 2020 yang terancam dialami oleh Australia ini menjadi resesi pertama setelah 29 tahun, atau terakhir kali Australia mengalami resesi pada tahun 1990 silam.

Pertumbuhan ekonomi yang hanya 0,4% dirasa tidak cukup mengangkat Australia dari ancaman resesi. Kebijakan fiskal dan moneter telah diterapkan oleh pemerintah Australia sebagai langkah untuk menanggulangi kondisi tersebut. Salah satunya adalah membiarkan perekonomian “tertidur” sementara waktu untuk menahan laju pertumbuhan virus Covid di Australia. Setelah hal tersebut dapat diatasi, pemerintah Australia yakin perekonomian akan kembali bangkit dengan pesat.

Johnson Manik
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top