Forex

Apa Sih Hubungan Stop Out dan Margin Call?

Istilah margin call (MC) populer di kalangan trader. Namun tidak semua mengenal istilah stop out. Lalu apa hubungan margin call dan stop out? Berikut pembahasannya.

Definisi margin call dan stop out

Margin call adalah sebuah peringatan dari broker jika ekuitas atau dana tidak mencukupi margin yang dibutuhkan untuk menahan posisi trading.

Sementara itu, stop out adalah penutupan paksa posisi trading karena dana sudah berkurang dan tidak memenuhi margin yang dibutuhkan untuk menahan posisi.

Solusi margin call dan stop out

Untuk mengatasi margin call dan stop out, broker forex memberlakukan margin trading. Margin trading adalah uang jaminan dari trader atau investor agar posisi trading tetap terjaga. Umumnya, uang jaminan ini berkisar 10.000 – 100.000 USD. Sehingga, muncullah istilah leverage atau daya ungkit. Misalnya 1:100, 1:1000, dan sebagainya.

Nilai margin trading ditentukan oleh masing-masing broker. Nilai ini pula yang menjadi tanda bagi investor dan trader sebelum terkena margin call dan stop out.

Apa Sih Hubungan Stop Out dan Margin Call?

Apa Sih Hubungan Stop Out dan Margin Call?

Hubungan margin call dan stop out

Margin call dan stop out sebenarnya batas besarnya ekuitas yang ditentukan saat Anda mengalami kerugian. Istilah lainnya adalah floating loss. Keduanya pun saling berhubungan.

Hubungannya adanya margin call dan stop out yakni untuk menghindari kerugian pada investor dan broker. Logikanya, margin trading habis, artinya berutang pada broker. Jika transaksi terus minus, maka uang jaminan tidak terbayar dan broker memberi peringatan atau menutup paksa.

Tidak jarang kalau stop out disebut level margin call paling terakhir. Level margin call diukur dalam persen melalui perbandingan antara dana atau ekuitas dengan margin total.

Rumus level margin call adalah ekuitas dibagi margin total, lalu dikali 100 persen. Misalnya broker menetapkan level margin call 50 persen. Ada juga yang 10 persen atau 100 persen.

Cara menghindari margin call dan stop out

Agar posisi trading tetap berjalan lancar, kuncinya batasi risiko. Inilah cara menghindari margin call dan stop out.

1. Manajemen keuangan yang tepat
Manajemen keuangan berguna untuk menghindari margin call dan stop out. Caranya, atur lot dan jumlah dana yang siap hilang pada satu posisi. Lalu, perhitungkan margin trading dan ketahanan modal untuk mengurangi risiko overlot dan overtrade.

2. Memilih leverage sesuai kebutuhan
Leverage rendah akan mengurangi risiko, namun lebih mudah memaksimalkan keuntungan. Pilihlah leverage sesuai kebutuhan dana, agar tidak banyak menggunakan margin trading.

3. Mengakui kesalahan dengan stop loss
Jika hampir margin call, langsung lakukan stop loss. Gunanya mencegah kerugian yang membengkak. Lalu akuilah kesalahan Anda.

Itulah pembahasan hubungan antara margin call dan stop out. Semoga tetap menjaga diri dari risiko trading dengan bijak ya!

Pratama Bisri
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top