Crypto

Apakah Yuan Digital akan Geser Dominasi Dollar AS?

Seperti yang telah dikabarkan, otoritas China diketahui tengah mengembangkan mata uang Yuan Digital. Negara yang dipimpin oleh Xi Jinping tersebut dilaporkan telah memiliki Yuan Digital yang akan segera diluncurkan untuk sebagian warganya. Pada kabar sebelumnya, Yuan Digital akan diuji coba dalam sektor pengiriman makanan (food delivery) melalui perusahaan stratup Meituan Dianping.

Mengutip dari CNBC hari Sabtu (24/7/2021) kemarin, dikatakan bahwa pengembangan Yuan Digital saat ini telah melampaui Amerika Serikat. Ini artinya, dapat menjadi ancaman bagi status dollar AS sebagai cadangan moneter de facto. Sekitar 80 negara, termasuk AS dan Tiongkok, saat ini tengah mengembangkan mata uang digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC).

Sekadar informasi, CBDC adalah bentuk lain dari uang yang diregulasi tetapi sepenuhnya berada dalam bentuk daring. Tiongkok telah meluncurkan Yuan Digital kepada lebih dari 1 juta warganya, sementara AS masih dalam tahap riset.

Terkait dengan AS, negara yang dipimpin oleh Joe Biden tersebut ternyata juga berproses mengembangkan mata uang digital sendiri. Dua kelompok yang ditugaskan melakukan riset ini adalah Inisiatif Uang Digital Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Bank Sentral Cabang Boston. Saat ini mereka masih memantau implementasi yuan digital dan privasi menjadi isu utama yang disorot.

Salah satu hal yang paling digaris bawahi dalam proses riset yakni perihal privasi. Sehingga, para peneliti dan analis saat ini sedang mengawasi proses peluncuran yuan digital di China. Melalui CNBC, Neha Narula selaku direktur Inisiatif Uang Digital MIT Media Lab mengatakan, “Jika ada dolar digital nanti, privasi akan menjadi isu yang sangat penting. AS berbeda dengan Tiongkok”.

Apakah Yuan Digital akan Geser Dominasi Dollar AS?

Apakah Yuan Digital akan Geser Dominasi Dollar AS?

Namun ada tantangan lain terkait dollar digital ini, yakni penggunaan internet di AS yang rendah. Berdasarkan hasil riset Pew Research Center, sebanyak 7 persen penduduk Amerika Serikat mengaku tak menggunakan internet. Sementara untuk penduduk kulit hitam, jumlahnya lebih besar, yakni mencapai 9 persen. Sedangkan untuk penduduk dengan usia lebih dari 65 tahun, jumlahnya jaug lebih banyak, yakni mencapai 25 persen.

“Sebagian tugas kami adalah berdasarkan asumsi CBDC akan berdampingan dengan uang fisik, dan masyarakat masih bisa menggunakan uang fisik jika mereka ingin”, jelas Neha.

Salah satu tujuan utama dari pengembangan CBDC yakni memastikan dollar AS tetap menjadi pemimpin moneter utama di ekonomi dunia. Darrell Duffie, selaku profesor keuangan di Stanford University menyatakan, “AS sebagai pemimpin tidak boleh lengah dalam hal ini. AS harus maju dan mengembangkan strategi untuk menjaga dan memanfaatkan kekuatan dolar AS”.

Selain itu, tujuan dari CBDC AS lainnya adalah soal Yuan Digital yang dianggap berbahaya.

“Yuan Digital adalah ancaman terbesar terhadap Barat dalam 30,40 tahun terakhir. Yuan digital memungkinkan Tiongkok mencengkeram semua orang di Barat dan menjadi pintu ekspor otoritarianisme digital,” kata Kyle Bass dari Hayman Capital Management.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top