Finansial

Bagaimana Cara Pengguna Token Mengetahui Mendapat Listrik Gratis?

Dari enam stimulus yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) demi meringankan ekonomi masyarakat dari dampak wabah virus corona, salah satunya adalah pembebasan tarif listrik untuk golongan 450 VA dan memberi diskon 50 persen untuk golongan 900 VA selama tiga bulan.

Kompensasi pembebasan tarif listrik ini adalah satu bentuk insentif dari pemeritahan Jokowi dalam upaya imbauan pemerintah kepada masyarakat agar tetap di rumah, sebagai alternatif penting untuk memutus rantai penyebaran wabah virus Covid-19.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi mengatakan, bahwa cara untuk mengecek dan menggunakan listrik gratis ini sama seperti saat implementasi diskon saat terjadi black out. Pemerintah nantinya akan menyiapkan aplikasi, masyarakat hanya tinggal memasukkan ID pengguna listrik, kemudian akan mendapatkan kode voucher.

Pada kesempatan lain, Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana menjelaskan, bahwa per Desember 2019 setidaknya ada 23,8 juta orang pengguna golongan 450 VA, sementara pengguna golongan 900 VA tercatat ada 7,25 juta orang.

Rida menambahkan, bahwa untuk golongan 450 VA mulai pada bulan April hingga Juni akan mendapatkan listrik gratis sebesar jumlah penggunaan maksimum di tiga bulan sebelumnya, Januari hingga Maret. Hal yang sama juga diterapkan untuk golongan 900 VA, hanya saja daya listrik yang gratisnya hanya setengah dari pemakaian maksimum selama 3 bulan sebelumnya.

Bagaimana Cara Pengguna Token Mengetahui Mendapat Listrik Gratis?

Bagaimana Cara Pengguna Token Mengetahui Mendapat Listrik Gratis?

Rida menjelaskan, bahwa untuk memberi keringanan pembayaran tarif listrik selama tiga bulan pihaknya butuh Rp 3,2 triliun. Angka itu didapatkan dari perhitungan penggunaan rata-rata bulanan golongan 450 VA dan golongan 900 VA dikali jumlah pengguna. Setelah itu dikalikan tiga, karena insentif diberikan selama tiga bulan.

Ia juga mengatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah menggelontorkan APBN untuk perlindungan sosial sebesar Rp 110 triliun. Adapun anggaran keringanan pembebasan tarif listrik tersebut merupakan salah satu anggaran perlindungan sosial.

Rida mengakui program ini akan mempengaruhi keuangan PLN. Tapi perusahaan listrik plat merah ini dijamin tidak akan merugi. Namun Rida menilai memang kemungkinan akan ada perlambatan pendapatan untuk PLN. Ia melanjutkan, bahwa PLN bisa bersabar sedikit demi masyarakat.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top