Finansial

Bagaimana Skenario Terburuk Ekonomi Indonesia Akibat Corona Menurut Sri Mulyani?

Sri Mulyani Indrawati -Menteri Keuangan- membeberkan tentang skenario berat hingga paling buruk yang kemungkinan akan dialami oleh ekonomi Indonesia akibat pandemi wabah virus Covid-19.

Ia memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mengalami kontraksi hingga 0,4 persen di akhir tahun. Sementara pada skenario beratnya, perekonomian RI hanya akan tumbuh di kisaran angka 2,3 persen.

Sri Mulyani di kesempatan sebelumnya sudah memaparkan tentang skenario berat hingga terburuk soal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kemungkinan akan tumbuh di kisaran 2,5 persen hingga 0 persen. Dengan angka tersebut, itu artinya jauh dari target APBN 2020 yang menetapkan pertumbuhan APBN sebesar 5 persen.

Wabah virus corona yang sudah ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) sebagai pandemi, menjadi semakin meluas dan disinyalir akan benar-benar membuat babak belur ekonomi di banyak negara di dunia.

Bendahara negara Indonesia itu menambahkan, bahwa outlook pertumbuhan ekonomi yang menurun 2,3 persen bahkan mengalami kontraksi hingga 0,4 persen disebabkan oleh konsumsi rumah tangga yang menurun serta pertumbuhan investasi yang juga mengalami tekanan.

Bagaimana Skenario Terburuk Ekonomi Indonesia Akibat Corona Menurut Sri Mulyani?

Bagaimana Skenario Terburuk Ekonomi Indonesia Akibat Corona Menurut Sri Mulyani?

Arus investasi yang anjlok dari yang semula diperkirakan bisa tumbuh hingga 6 persen tahun ini menjadi hanya 1 persen atau bahkan negatif hingga 4 persen. Sementara itu, kinerja ekspor juga akan lebih mengalami kontraksi lebih dalam, juga kinerja impor.

Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang selama ini terbuka dirasa mampu bertahan dalam setiap kondisi krisis diperkirakan juga akan terpukul paling depan, karena aktivitas masyarakat mulai berkurang. Padahal menurut Sri Mulyani, saat krisis 1998 UMKM mampu menjadi penopang ekonomi Indonesia.

Sementara itu, untuk mengatasi lesunya ekonomi akibat Covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada kelompok masyarakat miskin, termasuk para driver online dan pekerja sektor informal lainnya.

Susiwijono Moegiarso -Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian- mengatakan, bahwa ada 29,3 juta masyarakat yang masuk ke dalam kelompok 40 persen termiskin di Indonesia. Ia menambahkan, bahwa kebijakan ini digulirkan pemerintah sebagai upaya untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pelemahan ekonomi akibat wabah virus corona.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top