Bisnis

Bahaya! Pengusaha Ingatkan Soal Ekonomi RI Bisa Lumpuh Permanen

Perekonomian Indonesia dinilai akan mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi antara -4 persen hingga -6 persen di kuartal II 2020. Hal tersebut diungkapkan pengusaha di bawah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Kondisi ini dikarenakan proses stimulus penanganan virus corona yang masih sangat lambat.

Rosan Roeslani -Ketua Umum Kadin- dalam keterangan resminya pada hari Jumat (3/7/2020) ini, mengatakan, “Penyerapan diberbagai bidang, seperti kesehatan baru 1,54 persen, perlindungan sosial di 28,63 persen, insentif usaha 6,8 persen, UMKM 0,06 persen, korporasi 0 persen dan sektoral pada 3,65 persen, ini akan membuat tekanan terhadap pemulihan kesehatan, jejaring pengamanan sosial dan perekonomian menjadi lebih berat”.

Rosan menambahkan, “Risiko terjadinya kelumpuhan permanen di beberapa unsur dalam dunia usaha cukup tidak bisa diremehkan apabila pemulihan daya beli dan daya produksi tidak dilakukan secara inklusif, cepat, dan masif”.

Jika kondisi itu tidak juga bisa dipenuhi oleh kalangan birokrat, maka dunia usaha akan semakin terjepit. Lebih ekstrim, ia menilai bahwa di kuartal III 2020 akan terjadi kontraksi ekonomi, bahkan terjadinya resesi apabila tidak terjadi peningkatan ketepatan, kecepatan, dan keterpaduan dalam kebijakan pemulihan ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mulyani juga sudah mewanti-wanti mengenai hal ini.

Bahaya! Pengusaha Ingatkan Soal Ekonomi RI Bisa Lumpuh Permanen

Bahaya! Pengusaha Ingatkan Soal Ekonomi RI Bisa Lumpuh Permanen

Rosan menuturkan, “Kadin Indonesia telah memberikan pandangan sebelumnya bahwa pertumbuhan ekonomi (2,96%) di kuartal I tidak akan setinggi prakira sebelumnya dan bahkan beberapa faktor yang memperlambat pertumbuhan di kuartal I semakin nyata dialami dunia usaha ataupun sektor riil di kuartal II 2020”.

Sejumlah sektor yang awalnya dikhawatirkan tumbang malah justru sebagai pihak yang paling besar memberikan devisa pada kondisi normal. Antara lain adalah pariwisata yang di tahun lalu memberi realisasi devisa sebesar Rp 280 triliun. Saat ini justru berbading terbalik, dunia usaha justru terjepit, termasuk banyak pegawai yang harus menganggur.

Sebelumnya, dalam peringatan HUT ke- 74 Hari Bhayangkara pada hari Rabu (1/7/2020) kemarin, Jokowi memberi pengarahan yang menegaskan bahwa pandemi Covid-19 merupakan cobaan berat yang saat ini dihadapi oleh seluruh negara, tidak terkecuali bagi Indonesia.

Jokowi mengatakan, “Sebagai bangsa pejuang kita tidak boleh cepat menyerah. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia merupakan cobaan yang berat”

“Kita harus terus berikhtiar dan bekerja keras untuk mengatasi permasalahan kesehatan maupun permasalahan ekonomi”, tambahnya.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top