Finansial

Belva Devara Mundur dari Stafsus, Ekonom: Masalah Kartu Prakerja Tak Lantas Beres

Ekonom milenial yang sekaligus ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengapresiasi mundurnya Belva Devara dari Staf Khusus milenial Presiden Joko Widodo sebagai bentuk pertanggungjawaban atas polemik yang muncul belakangan ini.

Dalam komentarnya mengenai ini, Bhima mengatakan, “Belva telah menunjukkan bahwa milenial harus memiliki integritas dan bisa menghindari konflik kepentingan yang muncul ketika berada dalam posisi di pemerintah”.

Namun, Bhima menilai pengunduran diri CEO Ruangguru itu tidak menyelesaikan persoalan program Kartu Prakerja. Menurutnya, masih perlu dilakukan penyidikan terkait MoU pelaksana Kartu Prakerja yang dilakukan sebelum peraturan teknis dikeluarkan oleh pemerintah.

Sebab, MoU itu ditandatangani sebelum diundangkannya Peraturan Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 3 Tahun 2020 tentang pengembangan kompetensi kerja melalui program Kartu Prakerja.

Bhima juga menambahkan, pemerintah harus menunda pendaftaran Kartu Prakerja gelombang kedua untuk mencegah pemborosan anggaran. Menurutnya, akan lebih baik jika anggaran program tersebut dialihkan untuk bantuan langsung tunai yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang terdampak pandemi virus corona.

Sebelumnya diberitakan, bahwa Belva Devara melalui unggahan di akun pribadi Instagram miliknya, Belva mengumumkan pengunduran dirinya dari jajaran stafsus kepresidenan. Ia mengundurkan diri berkaitan dengan terpilihnya Ruangguru, perusahaan yang didirikan dan dipimpinnya sebagai mitra program Kartu Prakerja.

Dalam unggahan itu, ia mengutarakan bahwa keputusan berat itu diambil lantaran tidak ingin polemik mengenai asumsi/persepsi publik yang bervariasi tentang posisinya sebagai staf khusus presiden menjadi berkepanjangan. Mengutip keterangan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), Belva menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan dalam terpilihnya Ruangguru.

Sebab, proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku dan pemilihan mitra pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.

Beberapa waktu sebelumnya, melalui sosial media yang sama, Bhima Yudhistira menantang Belva untuk melakukan debat terbuka tentang berbagai isu dan kebijakan pada masa virus corona. Pada undangan debat itu, Bhima ingin menanyakan langsung kepada Belva mengenai Kartu Prakerja dan konflik kepentingan dalam beberapa kebijakan yang digulirkan pada saat pandemi virus corona.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top