Crypto

Benarkah Kejayaan Bitcoin Hanya Bertahan Hingga di 2024?

Benarkah Kejayaan Bitcoin Hanya Bertahan Hingga di 2024?

Benarkah Kejayaan Bitcoin Hanya Bertahan Hingga di 2024?

Jun Du, yang merupakan Co-Founder dari salah satu bursa kripto dunia yakni Huobi, mengatakan bahwa tren penguatan mata uang digital paling populer yaitu Bitcoin, diperkirakan tidak bertahan hingga akhir 2024 atau pada awal 2025. Kenaikan harga juga diprediksi tidak akan terjadi.

Ada kemungkinan hal tersebut bisa terjadi, karena adanya indikasi siklus harga yang terjadi seperti masa lalu. Tren kenaikan harga Bitcoin juga berhubungan erat dengan proses Halving yang terjadi setiap 4 tahun sekali.

Untuk informasi, dalam penjelasannya, proses halving adalah pengurangan 50 persen terhadap reward penambang Bitcoin, yang terjadi di setiap empat tahun sekali dan berujung pada pengurangan jumlah Bitcoin yang dirilis ke pasar.

Itu artinya, imbalan kepada para penambang akan berkurang separuh dengan rumusan yang serupa. Dikarenakan para penambang adalah yang menentukan pasokan Bitcoin ke dalam pasar, jika mereka melakukan penjualan Bitcoin yang diperolehnya. Hal ini sudah dituliskan dalam kode yang mendasari Bitcoin untuk menjaga inflasi. Selama proses halving, pasokan Bitcoin yang masuk ke pasar akan dikurangi sehingga membuat harga menjadi melesat.

Jika mau melihat ke delapan tahun yang lalu, halving juga pernah dilakukan pada bulan Agustus 2012. Dalam empat minggu setelah halving, harga Bitcoin mengalami peningkatan 34 persen. Dimulai dari US$ 9,5 menjadi US$ 12,5/koin.

Hal yang sama juga dilakukan lagi pada bulan Juni di empat tahun berikutnya. Bitcoin mengalami kenaikan hingga 45 persen dan diperdagangkan di US$ 660/koin sebelum halving. Tapi yang terjadi setelah proses halving malah kebalikannya, harganya justru turun menjadi 30 persen menjadi US$ 465/koin.

Enam bulan setelah proses halving di tahun 2016 itu, harga Bitcoin mencetak rekor baru yakni US$ 1.160/koin. Setelah periode ini, Bitcoin terus menanjak dan mencetak harga tertinggi sepanjang sejarah pada bulan Desember tahun 2017. Ketika itu harga Bitcoin mencapai US$ 20.000/koin.

Meski sejarah menunjukkan hal yang berubah-ubah, hal ini dapat memberikan wawasan tentang perilaku yang memungkinkan dari kedua aset dan pasar. Halving tidak bisa dihindari dan begitu juga mengenai konsekuensinya.

Dengan segala perbincangan mengenai prediksinya, tentu akan sedikit kesulitan untuk dapat memahami ramalan tentang harga Bitcoin yang terjadi di sebelum atau sesudah halving terjadi.

Semenjak melalui proses halving di tahun 2016 dan 2020, Bitcoin sempat mencetak harga tertinggi sepanjang sejarah yakni berada di atas US$ 68.000/koin. Namun setelah melewati proses halving di dua tahun tersebut, harga Bitcoin juga mengalami penurunan. Untuk saat ini saja, mata uang digital paling favorit tersebut berada di 40% dari rekor tertingginya sejak bulan November tahun lalu.

Proses halving selanjutnya sendiri akan terjadi di tahun 2024 mendatang. Terkait hal ini, Jun Du mengatakan bahwa untuk saat ini sangat sulit memprediksi secara pasti karena banyak faktor yang bisa mempengaruhi pasar apalagi saat Covid-19.

Mengutip dari CNBC Internasional pada hari Senin (21/2/2022), Jun Du mengatakan, “Jika lingkaran ini berlanjut, maka sekarang ini pasar berada pada tahap awal penurunan atau bearish. Pada akhir 2024 hingga awal 2025 pasar dapat menyambut bullish”.

Meski begitu, pihaknya sulit memprediksi secara pasti lonjakan harga Bitcoin. Ini karena ada banyak faktor yang memengaruhi pasar. Selain Jun Du, seorang analis dari bank terbesar di Swiss, UBS, juga mengatakan bahwa saat ini sedang berada di crypto winter setelah memperingatkan bahwa musim dingin kripto terjadi di tengah ekspektasi kenaikan harga Bitcoin dan juga regulasi suku bunga The Fed. Pada pekan lalu, trader futures veteran Peter Brandt juga menunjukkan bahwa masa koreksi Bitcoin masih lama.

Lita Alisyahbana
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Harga Bitcoin Anjlok Secara Beruntun, Bagaimana Prediksinya?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Trading Saham di EXNESS
To Top