Finansial

Berapa Total Kerugian Jakarta Jika Lockdown 14 Hari?

Wabah Covid-19 sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Sejumlah daerah di Indonesia menerapkan lockdown mandiri sebagai antisipasi semakin menyebarnya wabah penyakit ini. Usulan untuk melockdown Indonesia juga masih menjadi bola liar dan menjadi perdebatan di ranah lini masa. Bahkan jika opsi lockdown tidak bisa dipilih, maka ada alternatif lain yaitu karantina wilayah.

Pengamat ekonomi memprediksi bahwa nilai ekonomi akan menguap sekitar Rp 100 triliun hingga Rp 150 triliun jika pemerintah benar-benar akan memberlakukan karantina di Jakarta selama 2 minggu atau dalam waktu 14 hari. Perhitungan ini diasumsikan, bahwa tidak ada sama sekali aktivitas yang terjadi demi menekan risiko semakin menyebarnya virus corona.

Fithra Faisal (Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia) mengatakan, jika dalam proses karantina masih terjadi proses transaksi ekonomi, maka potensi kerugian ekonomi dapat ditekan menjadi Rp 50 triliun hingga Rp 100 triliun dalam waktu 14 hari.

Tapi Fithra juga menjelaskan tentang dampak negatif terhadap ekonomi itu hanya berlangsung dalam jangka waktu yang pendek. Untuk jangka panjangnya, kebijakan melockdown justru positif terhadap ekonomi, karena manusia sebagai faktor utama produksi bisa selamat.

Berapa Total Kerugian Jakarta Jika Lockdown 14 Hari?

Berapa Total Kerugian Jakarta Jika Lockdown 14 Hari?

Di samping itu, lockdown juga dapat mengurangi biaya rumah sakit yang dikeluarkan pemerintah untuk merawat pasien-pasien Covid-19. Secara garis besar, alternatif lockdown bisa sebagai cara untuk menekan penyebaran wabah penyakit ini.

Fithra menambahkan, jika pandemi berlangsung selama 4-5 bulan, maka pertumbuhan ekonomi hanya berada di posisi 3,2 persen – 3,3 persen. Tapi jika wabah ini berlangsung dalam waktu yang lebih lama hingga lebih dari 6 bulan, maka pertumbuhan ekonomi terancam hanya tumbuh di kisaran 1,3 persen.

Ia memperkirakan bahwa puncak penyebaran Covid-19 akan terjadi pada sekitar 6-12 Mei, setelah itu penyebaran akan menurun di sekitar bulan Mei-Juni. Meski ekonomi tahun ini dipastikan akan mengalami kontraksi, Fithra mengaku tidak mempermasalahkan kondisi tersebut. Karena, keadaan serupa juga dialami oleh banyak negara di dunia.

Abra PG Talattov (Ekonom Indef) mengatakan, pemerintah sebaiknya menempuh kebijakan lockdown untuk Jakarta yang dianggap sebagai episentrum wabah virus corona. Ia tidak menampik, bahwa kebijakan lockdown akan memukul beberapa sektor.

Abra juga mengatakan, kebijakan lockdown memiliki konsekuensi. Ia meminta pemerintah memastikan kebutuhan pangan dan stimulus kepada masyarakat terutama golongan menengah ke bawah agar bisa terpenuhi.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top