Forex

Cara Menggunakan Indikator Williams Percent Range pada Trading Forex

Dalam dunia trading forex, indikator memiliki peranan yang penting. Pasalnya, indikator trading forex merupakan alat untuk seorang trader dalam menganalisa dan menentukan harga. Melalui indikator pula seorang trader mendapatkan prediksi dan menganalisa kondisi market sehingga memberikan keuntungan untuk trader dalam melakukan posisi open untuk buy atau pun sell.

Tentunya, ada banyak sekali indikator yang terdapat pada trading forex. Pada kesempatan kali, kami mengajak Anda untuk memahami indikator Williams Percent Range. Tentang apa itu indikator Williams Percent Range, bagaimana penggunaannya, dan apa fungsi indikator tersebut pada trading forex. Maka dari itu, simak ulasan ini hingga tuntas!

Apa itu Indikator Williams Percent Range?

Williams Percent Range termasuk jenis indikator, lebih spesifiknya oscillator, paling populer untuk menentukan apakah market sedang ada dalam area overbought atau oversold. Indikator ini diberi nama sesuai dengan penciptanya, yaitu Larry Williams yang merupakan trader komoditas, saham, dan forex. Indikator ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1973. Berbeda dengan Stochastic Osilator, Williams Percent Range adalah satu baris berfluktuasi pada skala terbalik.

Si pencipta, yakni Larry Williams sebenarnya sudah banyak membuat indikator teknikal lain dengan berbagai spesialisasi, dan Williams Percent Range termasuk salah satu indikator buatannya yang dikenal luas oleh para trader. Indikator teknikal Williams Percent Range, sering ditulis dengan Williams %R atau %R saja,

Williams Percent Range sering dibandingkan dengan indikator Stochastic Oscillator karena keduanya sangat mirip dan hanya berbeda pada skala nilai yang berlawanan. Jika nilai Stochastic adalah 0 hingga +100 maka Williams Percent Range skala nilainya 0 hingga -100. Selain itu Williams Percent Range tidak menggunakan faktor penghalus (smoothing) seperti pada Stochastic. Namun sama seperti Stochastic, indikator ini bisa diterapkan pada semua time frame trading.

Strategi Perdagangan menggunakan Williams Percent Range:

Seperti yang telah dijelaskan pada point di atas, bahwa secara fungsinya indikator William Percent Range untuk menentukan apakah market sedang ada dalam area overbought atau oversold. Seluruh indikator Overbought/Oversold mengikuti satu peraturan, yaitu bertindak sesuai sinyal saat terjadi perubahan harga. Contoh, jika indikator Overbought/Oversold menunjukkan kondisi Overbought, lebih baik menunggu sampai harga turun sebelum melakukan deal penjualan.

Cara Menggunakan Indikator Williams Percent Range pada Trading Forex

Cara Menggunakan Indikator Williams Percent Range pada Trading Forex

Nilai kisaran yang terdapat pada indikator Williams Percent Range ini dimulai dari -100% sampai dengan -0 % dengan asumsi pada saat kondisi pasar sedang Overbought apabila Williams Percent Range berada pada level -20% sampai 0%, dan sebaliknya apabila kondisi pasar sedang Oversold jika posisi level Williams Percent Range berada pada level -100% sampai – 80%.

Rumus Indikator Williams Percent Range:

Tentunya, seperti indikator trading forex yang lain, indikator Williams Percent Range pun juga memiliki rumus untuk menghitungnya. Inilah rumus Williams Percent Range:

Williams Percent Range = – ((H – C) / (H – L)) x 100

Keterangan:
C: harga penutupan terakhir.
L: harga terendah selama periode waktu tertentu.
H: harga tertinggi selama periode waktu tertentu.

Sebagian trader percaya bahwa sinyal beli dicapai ketika harga mencapai level terendah baru dan kurva Williams Percent Range gagal mengungguli level terendah sebelumnya. Sebaliknya, beberapa trader percaya bahwa sinyal jual dicapai ketika harga mencapai level tertinggi baru dan kurva Williams Percent Range gagal melewati garis level tertinggi sebelumnya dari 0 hingga 100.

Cara Memasang Indikator Williams Percent Range pada MetaTrader 4:

Indikator Williams Percent Range merupakan indikator standar Metatrader, untuk memasang indikator ini pada grafik Anda hanya perlu mengklik Insert >> Indicator >> Oscillator >> William’s Percent Range. Setting default indikator ini adalah periode 14.

Namun yang penting untuk dicatat mengenai indikator ini adalah, pelabelan oversold and overbought pada market tak jarang sedikit ‘menipu’ karena tak bisa digunakan untuk mengisolasi atau memprediksi pembalikan harga pada market. Satu cara terbaik yaitu dengan berpikir bahwa overbought sebenarnya mewakili tekanan membeli di market.

Dalam kondisi sebaliknya, oversold mengindikasikan akan munculnya tekanan untuk menjual kapanpun di market. Tapi satu yang paling sulit yaitu bahwa trader tak akan pernah tahu berapa lama partisipan market akan mempertahankan tekanan yang masih berlangsung, baik overbought dan oversold.

Pada teorinya, metode indikator Williams Percent Range terlihat cukup sederhana. Meski begitu, indikator ini akan membantu Anda dalam mengetahui titik pembalikkan harga. Tetapi Anda juga perlu berhati-hati dalam menggunakan indikator ini. Sinyal yang terlalu kecil terkadang merupakan sinyal yang palsu. Maka Anda harus jeli dalam menggunakan indikator ini.

Sebagai kesimpulan, pada dasarnya, indikator tersebut merupakan alat sederhana yang akan menbandingkan keadaan market saat ini dengan keadaan market sebelumnya, atau dalam periode yang dipilih. Dengan melakukan ini, trader bisa mendapat gambaran penuh tentang kondisi overbought dan oversold.

Selamat mencoba!

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top