Crypto

CEO JPMorgan Sebut Bahwa Bitcoin Tidak Berharga!

Jamie Dimon, yang merupakan Chairman dan sekaligus CEO bank investasi terbesar dunia JPMorgan Chase, mengatakan bahwa mata uang kripto Bitcoin adalah sesuatu yang tidak berharga. Sebelumnya, Dimon mengaku bahwa dirinya bukanlah penggemar mata uang digital paling populer tersebut.

Dalam acara Institute of International Finance yang dilansir dari CNBC pada hari Selasa (12/10/2021) kemarin, Dion mengatakan, “Saya pribadi berpikir Bitcoin tidak berharga tetapi saya tidak ingin menjadi juru bicara bagi pihak kontra Bitcoin. Saya tidak peduli, bagi saya (Bitcoin) sama saja”.

Menurutnya, pandangannya terhadap Bitcoin ini tidak berubah meski beberapa negara mulai memperbolehkan penggunaan kripto di negara mereka, baik sebagai instrumen investasi maupun alat pembayaran yang sah. Tapi, mayoritas masih terus mengkaji. Meski begitu, Dimon juga menjelaskan bahwa para kliennya tidak sepakat dengan pendapatnya mengenai mata uang kripto tersebut.

“Klien kami sudah dewasa. Mereka tidak setuju. Itulah yang membuat pasar. Jadi, jika mereka ingin memiliki akses untuk membeli sendiri Bitcoin, kami tidak dapat menahannya tetapi kami dapat memberi mereka akses yang sah, sebersih mungkin”, ungkap Dion.

Dimon memang memegang teguh pernyataan tersebut. Kendati demikian, pada Februari 2019 lalu, JPMorgan mengakomodasi keinginan sebagian nasabah dan disebutkan akan meluncurkan mata uang digital yang disebut JPM Coin, dan pada Oktober 2020, perusahaan menciptakan unit baru untuk proyek-proyek blockchain. Pada bulan Agustus, perusahaan yang ia pimpin mulai memberikan klien manajemen kekayaannya akses ke dana kripto, berdasarkan laporan CNBC.

CEO JPMorgan Sebut Bahwa Bitcoin Tidak Berharga

CEO JPMorgan Sebut Bahwa Bitcoin Tidak Berharga

Seperti yang diketahui, tanggapan Dimon soal Bitcoin memang kerap berbeda dengan antusias pasar. Dia bahkan pernah menyebut bahwa mata uang digital memiliki potensi penipuan, meski kemudian ia menyesal dengan ucapan itu. Tak hanya dengan pasar, pandangannya juga berbeda dengan dewan direksi di internal JPMorgan. Tetapi, Dimon menekankan bahwa pandangannya tidak diikutsertakan dalam penanganan klien secara profesional.

Diberitakan sebelumnya, dalam kabar terbarunya, IMF mengungkapkan regulasi yang ketat diperlukan untuk mencegah pertumbuhan pesat mata uang kripto (cryptocurrency) yang mengarah pada ketidakstabilan keuangan, penipuan konsumen, dan pendanaan terorisme.

Melansir dari The Guardian, dilaporkan bahwa dalam sebuah bagian Laporan Stabilitas Keuangan Global yang akan datang, IMF mengatakan banyak dari cryptocurrency baru tidak memiliki tata kelola dan praktik risiko yang kuat.

Terkait mengenai regulasi dari mata uang digital, pada hari Senin (4/10/2021) lembaga itu mengatakan, “Sebagai langkah pertama, regulator dan pengawas harus dapat memantau perkembangan pesat dalam ekosistem kripto dan risiko yang mereka timbulkan dengan mengatasi kesenjangan data dengan cepat. Sifat global aset kripto berarti bahwa pembuat kebijakan harus meningkatkan koordinasi lintas batas untuk meminimalkan risiko arbitrase peraturan dan memastikan pengawasan dan penegakan yang efektif”.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top