Finansial

Corona Landa Italia, Resesi Ekonomi Tinggal Menghitung Hari?

Salah satu negara di Eropa yang paling parah dihantam virus corona adalah Italia. Negara ekonomi terbesar ke-8 di dunia ini dinilai akan terjun ke dalam resesi ekonomi.

Negara yang terletak di jantung Laut Mediterania ini telah memberlakukan pembatasan di ruang publik hingga 3 April mendatang. Aturan yang diberlakukan adalah pembatasan perjalanan luar negeri bagi 60 juta penduduk, larangan acara publik, bioskop, museum, pusat kebugaran, bahkan penutupan sekolah. Dan juga menerapkan pembatasan jam buka untuk restoran, bar, dan toko.

Pada hari Kamis ini, jumlah kasus positif corona di Italia melonjak hingga mencapai 12.462 kasus dengan jumlah kematian mencapai angka 827 orang. Dengan hitungan persentase penduduk yang terjangkit virus corona terhadap jumlah total keseluruhan populasi, itu berarti jumlahnya lebih besar dua kali lipat dibanding China.

Langkah-langkah pembatasan ini mendorong ekonomi Italia melambat secara keseluruhan. Pada kuartal IV 2019 ekonomi Italia sudah mengalami kontraksi. Jack Allen-Reynolds (Ekonom senior Eropa di Capital Economics) menilai ekonomi Italia akan mengalami kontraksi tajam pada paruh pertama tahun ini. Bahkan, meskipun pembatasan dicabut pada akhir April, PDB Italia akan menurun sekitar pada angka 2 persen.

Upaya-upaya pembatasan publik ini, menurut Kepala ekonom di asosiasi perdagangan Italia Confindustria, Stefano Manzocchi, berkemungkinan akan menjerumuskan sektor restoran dan pariwisata ke dalam krisis. Dampaknya akan menjadi lebih besar apabila ternyata pembatasan publik diperpanjang. Pada sisi lain, negeri pizza ini juga akan mengalami gangguan rantai pasokan bahan baku.

Corona Landa Italia, Resesi Ekonomi Tinggal Menghitung Hari?

Corona Landa Italia, Resesi Ekonomi Tinggal Menghitung Hari?

Para peneliti di Barclays memperkirakan negara di Eropa akan mengalami resesi yang berlangsung singkat tetapi relatif dalam paruh pertama tahun ini. Mereka memprediksi pertumbuhan ekonomi setahun penuh berada pada 0,2 persen.

Menurut ekonom Goldman Sachs, pembatasan publik ini dapat memotong 1,5 poin persentase dari pertumbuhan ekonomi Italia pada semester I tahun ini. Dalam kutipan dari laporan penelitiannya, Goldman mengatakan bahwa, meskipun kebijakan fiskal akan mengatasi beberapa hambatan, wabah virus sangat mungkin mendorong Italia ke dalam resesi.

Transportasi, seni dan hiburan, ritel, hotel, dan restoran adalah sektor ekonomi yang paling terkena imbas dari corona. Padahal sektor-sektor itu menyumbang sekitar 23 persen dari PBD Italia.

Destinasi populer di Venesia dan Roma menjadi sepi. Vatikan bahkan sudah menutup Lapangan Santo Petrus dan Basilika Santo Petrus bagi para wisatawan. Kondisi ini membuat sektor pariwisata Italia menjadi sangat terpukul.

Pemerintah Italia juga mengalokasikan 28 dolar Amerika Serikat untuk melawan krisis karena wabah virus corona. Kementerian Perekonomian Italia juga telah menyatakan bahwa pembayaran hipotek akan ditangguhkan. Langkah ini sedang didiskusikan dengan bekerja sama dengan bank.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top