Crypto

Daftar Negara yang Larang dan Izinkan Mata Uang Kripto

Kabar mengenai anjloknya harga dari beberapa mata uang kripto masih menjadi sorotan di beberapa waktu belakangan ini. Disinyalir, anjloknya harga cryptocurrency ini karena tweet dari Elon Musk yang tak lain adalah CEO Tesla.

Imbas dari anjloknya harga mata uang kripto tersebut tentu membuat sejumlah pemilik aset digital itu mengalami kerugian dengan nilai yang fantastis. Seperti yang diketahui, nilai fluktuasi dari mata uang kripto memang dikenal sangat tinggi. Artinya, aset kripto memiliki sejumlah risiko yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan aset investasi yang lainnya.

Terkait dengan nilainya yang fluktuatif itulah, terdapat beberapa negara yang menerapkan sejumlah regulasi yang mengatur dan bahkan melarang terkait aktifitas industri ini. Seperti yang diketahui, China dikabarkan semakin tegas melarang adanya Bitcoin di negaranya. Liu He selaku Wakil Perdana Menteri China mengatakan bahwa pemerintah akan menghentikan aktivitas penambangan dan perdagangan Bitcoin.

Sebelumnya, tiga grup industri keuangan China yakni Asosiasi Keuangan Internet Nasional China, Asosiasi Perbankan China, dan Asosiasi Pembayaran dan Kliring China melarang segala perdagangan mata uang kripto. Grup industri keuangan China tersebut melarang lembaga keuangan hingga perusahaan pembayaran untuk menyediakan layanan yang terkait dengan transaksi cryptocurrency.

Di bawah larangan tersebut, termasuk bank dan saluran pembayaran online, tidak boleh menawarkan layananapa pun yang melibatkan cryptocurrency, seperti pendaftaran, perdagangan, kliring, dan penyelesaian.

Daftar Negara yang Larang dan Izinkan Mata Uang Kripto

Daftar Negara yang Larang dan Izinkan Mata Uang Kripto

Melansir Reuters hari Rabu (19/5/2021), diberitakan bahwa Tiongkok bahkan memperingatkan investor agar tidak melakukan perdagangan mata uang kripto spekulatif. Langkah ini merupakan upaya terbaru China untuk menekan dominasi pasar perdagangan digital yang sedang berkembang.

Langkah tersebut bukanlah upaya pertama Beijing dalam menekan mata uang digital. Pada 2017, China menutup bursa mata uang kripto lokal, membekap pasar spekulatif yang menyumbang 90 persen dari perdagangan Bitcoin global.

Terkait langkah pelarangan terhadap Bitcoin di negara tersebut, mengutip CNN pada hari Selasa (25/5/2021) dikabarkan bahwa hal itu diresmikan pada hari Jumat pekan lalu. Lui He mengatakan hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan negara. Kebijakan baru China telah mengguncang pasar kripto selama sepekan ini.

Penambang uang digital terbesar dunia, HashCow menjadi sasaran aturan baru itu. Perusahaan mengatakan tidak akan menjual mesin penambang lagi ke konsumen China dan akan mengembalikan uang kepada konsumen yang terlanjur membayar.

Sementara itu, perusahaan pertambangan Tiongkok lainnya, yakni BIT.TOP, mengatakan bahwa pihaknya juga tidak akan lagi menawarkan layanan penambangan untuk klien di Tiongkok daratan.

Sementara itu, jika mengutip dari Investopedia, Tiongkok bukanlah satu-satunya negara yang melarang mata uang kripto. Beberapa negara yang menerapkan aturan serupa terhadap mata uang digital itu yakni Rusia, Vietnam, Bolivia, Columbia, dan Ekuador.

Meski terdapat beberapa negara yang menolak mata uang kripto, ada pula negara-negara yang menginzinkan terkait mata uang kripto, di antaranya adalah Amerika Serikat, Kanada, Australia, Finlandia, dan Uni Eropa.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top