Forex

Definisi dan Keuntungan Indikator Ichimoku Cloud pada Forex

Bagi para trader mata uang, analisis teknikal merupakan cara yang paling konkret dalam memandu mereka bertransaksi di pasar mata uang, dan salah satu alat bantu terbaik yang bisa memberikan mereka petunjuk dalam melakukan analisa tersebut adalah Ichimoku Cloud, atau dikenal dengan Ichimoku Kinko Hyo.

Seperti yang diketahui, Ichimoku Cloud menjadi salah satu indikator yang perlu dipahami dalam analisis pasar forex. Sudah bukan rahasia lagi bahwasanya harga mata uang selalu mengalami kenaikan atau penurunan setiap waktu meskipun tidak terlampau tinggi. Perubahan harga ini biasanya terjadi secara bertahap dan selisihnya dihitung sebagai hasil keuntungan.

Dalam prakteknya, Ichimoku Cloud ini sering digunakan oleh banyak trader forex. Indikator ini menawarkan beragam indikator dibandingkan alat teknikal analisis lainnya.

Dengan pendekatan yang sangat komprehensif tersebut, tentunya potensi untuk meraih profit lebih lebar bagi para trader forex. Karena itulah, maka tidak ada salahnya bagi Anda untuk mencoba dan mempelajari sekadar untuk menambah pengetahuan dunia trading.

Tentang Ichimoku Cloud dalam Trading Forex

Ichimoku Cloud adalah kumpulan indikator teknis yang menunjukkan level support dan resistance, serta momentum dan arah tren. Ini dilakukan dengan mengambil beberapa rata-rata dan memplotnya pada grafik. Selain itu, Ichimoku Kinko Hyo juga menggunakan angka-angka untuk menghitung “cloud” yang mencoba memperkirakan di mana harga dapat menemukan support atau resistance di masa depan.

Indikator Ichimoku dikembangkan oleh seorang jurnalis bernama Goichi Hosoda dan dimuat dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1969. Asal nama Ichimoku Kinko Hyo merupakan gabungan dari Ichimoku yang berarti sekilas, Kinko bermakna keseimbangan dalam sekilas, dan Hyo bermakna grafik.

Definisi dan Keuntungan Indikator Ichimoku Cloud pada Forex

Definisi dan Keuntungan Indikator Ichimoku Cloud pada Forex

Grafik Ichimoku memiliki 5 garis atau perhitungan dimana dua diantaranya membentuk awan. Perbedaan diantara dua garis tersebut diarsir dengan warna berbeda. Dalam indikator ini, ketika harga berada di bawah cloud, maka terjadi tren turun. Sedangkan ketika tren naik maka harga akan berada di atas cloud.

Dalam perhitungannya, indikator ini menggunakan nilai rata-rata yang berbeda dengan indikator moving average. Pada indikator moving average, harga penutupan dihitung dengan menambahkan harga penutupan dalam periode tertentu dan membaginya dengan total periode. Sedangkan rata-rata pada indikator Ichimoku didapatkan dari pasang surut dalam periode tertentu yang dibagi dua.

Cara Menghitung Ichimoku Cloud

Rumus dasar indikator Ichimoku berdasarkan titik-titik penting dalam histori pergerakan harga dalam periode waktu tertentu:

1. Conversion Line (Tenkan Sen) = (9-PH + 9-PL)/2
2. Base Line (Kijun Sen) = (26-PH + 26-PL)/2
3. Leading Span A (Senkou Span B) = (CL+ Base Line)/2
4. Leading Span B (Senkou Span B) = (52-PH + 52-PL)/2
5. Lagging Span (Chikou Span) = Close plotted 26 periods in the pas

Keterangan:
a. PH: Period High
b. PL: Period Low
c. CL: Conversion Line

Adapun langkah untuk menghitung indikator Ichimoku Cloud untuk mempermudah trading forex yaitu:

1. Hitung lebih dulu Conversion Line dan Conversion Base.

2. Kemudian, hitung Leading Span A menggunakan rumus yang ada dan plot titik data tersebut menjadi 26 periode.

3. Berikutnya, hitung Leading Span A. Jika sudah maka buatlah titik data ke depan sebanyak 26 periode.

4. Langkah selanjutnya yakni ukur rentang lagging dan plot harga exit 26 periode sebelumnya.

5. Setelah itu, berikan arsiran warna pada perbedaan Leading Span A dan B. Jika Span A berada di atas Span B, maka berilah warna hijau. Apabila Span A berada di bawah Span B maka arsir awan dengan warna merah.

6. Yang terakhir, setelah grafik Ichimoku Cloud terbentuk, maka trader hanya perlu melakukan analisis untuk mengetahui tren harga dan menentukan titik entry.

Keunggulan Ichimoku Cloud:

1. Dapat digunakan pada semua pasar
2. Dapat memilih konfigurasi perdagangan termasuk arah, pergerakan harga, momentum, dan trend.
3. Dapat memberi gambaran yang jelas terkait data
4. Dapat membantu menemukan arah pergerakan harga tentang trend
5. Dapat menunjukkan penembusan harga palsu (false price break)

Pencarian sesuai topik:

  • cloaud trending profit
Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top