Sosmed

Ekonom Senior Faisal Basri: Luhut Lebih Berbahaya dari Corona

Ekonom senior Faisal Basri melempar sebaris kalimat yang memancing kehebohan di lini media sosial. Faisal menulis “Luhut Pandjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19” pada laman twitter pribadinya. Ia sendiri tidak menjelaskan lebih lanjut tentang apa maksud dari kalimatnya yang menyerang Luhut tersebut.

Postingan itu akhirnya viral dan memancing perdebatan juga mendapat tanggapan komentar dari banyak sekali pengguna media sosial Twitter. Cuitan dari Faisal itu mendapat beberapa balasan dari netizen. Beberapa akun mendukung tentang apa yang ditulis oleh Faisal itu. Beberapa akun yang lainnya juga mengingatkan karena bisa saja cuitannya itu justru berbuntut panjang sebab dinilai merupakan pencemaran nama baik.

Juru bicara Menteri Koordinator Maritim dan Investasi sekaligus Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi menyayangkan pernyataan yang dilontarkan ekonom senior Faisal Basri tersebut yang menyebut bahwa Luhut lebih berbahaya dari virus corona atau Covid-19.

Terkait dengan masalah ini, ia mengatakan bahwa Luhut meminta masyarakat untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam membuat pernyataan di media sosial. Karena menurutnya, hal tersebut bisa saja justru membuat suasana menjadi keruh di tengah wabah virus corona yang masih melanda dan menjadi kekhawatiran bersama.

Ekonom Senior Faisal Basri: Luhut Lebih Berbahaya dari Corona

Ekonom Senior Faisal Basri: Luhut Lebih Berbahaya dari Corona

Pada sebelumnya, Said Didu -Mantan Sekretaris Kementerian BUMN- juga sempat menyerang Luhut. Dalam akun Youtube-nya, Said menyoroti persiapan pemindahan ibu kota negara (IKN) dan menghubungkannya dengan penanganan wabah Covid-19.

Ia menilai bahwa pemerintah saat ini lebih mementingkan peninggalan monumental (legacy) yang berupa ibu kota baru di atas permasalahan lainnya. Said juga sempat menyebut bahwa Luhut menekan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak “mengganggu” dana untuk pembangunan IKN baru, dan hal tersebut dapat menambah beban utang negara.

Menanggapi kritik dari Said tersebut, pihak Kemenko Kemaritiman dan Investasi menuntut Said Didu untuk meminta maaf. Jika tidak, pihak Luhut akan membawa ucapan kalimat tersebut ke ranah hukum.

Anggota Komisi III DPR yang juga politikus Gerindra Habiburokhman ikut menimpali polemik antara Said Didu dan Luhut Binsar Pandjaitan. Ia menyarankan agar Luhut tidak membawa Said Didu ke polisi. Habiburokhman beralasan, bahwa sebagai pejabat publik, Luhut seharusnya bisa berlapang dada.

Habiburohkman menambahkan, tindakan pelaporan terhadap pengkritik justru akan semakin menyudutkan si pelapor karena isunya akan bergeser jadi pengekangan kebebasan berpendapat oleh penguasa.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top