Finansial

Ekonomi Dunia Mulai Pulih, Emas Makin Redup?

Pada penutupan di hari Jumat (5/6/2020) kemarin, harga emas turun nyaris mendekati angka 1,5 persen. Harga bullion dalam sepekan terakhir turun 2,38 persen (week on week/wow).

Harga emas dibanderol US$ 1.685,2 per troy ons di penutupan perdagangan akhir pekan, jumlah ini menunjukkan bahwa harga tersebut telah turun dari US$ 1.700 per troy ons dari level psikologisnya.

Penurunan harga logam mulia ini sedikit banyak terpengaruh oleh kabar baik mengenai ekonomi dunia yang mulai pulih. Prospek ekonomi yang mulai memperlihatkan kecerahan yang ditunjukkan oleh berbagai rilisan data, membuat harga emas yang dianggap sebagai aset safe haven menjadi terpangkas.

Kondisi ekonomi global yang memunculkan harapan akan optimisme kepulihan membuat harga emas menjadi anjlok. Jika melihat dari negara-negara G20 pada sektor manufaktur, di saat memasuki bulan Mei sudah mulai terlihat membaik walau masih mengalami kontraksi.

Seperti yang diberitakan, semua negara G20 melaporkan adanya peningkatan angka Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur.

Sebagai contoh adalah China, negara tirai bambu itu yang pertama kali mengalami serangan virus corona kini mendeklarasikan diri sudah terlepas dari pandemi wabah penyakit tersebut, angka PMI manufakturnya sudah berada pada angka di atas level 50.

Selain itu, alasan yang mempengaruhi harga emas menjadi anjlok adalah penciptaan lapangan kerja di AS. Dengan penambahan 2,5 juta pekerjaan baru di bulan Mei seperti pada catatan Departemen Tenaga Kerja AS, sehingga angka pengangguran menjadi membaik ke angka 13,3 persen.

Ekonomi Dunia Mulai Pulih, Emas Makin Redup?

Ekonomi Dunia Mulai Pulih, Emas Makin Redup?

Mengutip dari CNBC International, Drew Matus -Kepala Perencana Pasar MetLife Investmen Management- mengatakan, “Angka penganggurannya mantap, tingkat partisipasi kerja meningkat. Ini terkonfirmasi sebagai laporan yang solid”.

Sebelumnya pada poling proyeksi ekonomi yang dilakukan oleh Dow Jones, diprediksi angka pengangguran naik menjadi 20 persen dan ada jumlah 8 juta lapangan pekerjaan yang hilang.

Kabar bagus soal angka pengangguran yang membaik itu lantas membuat aset saham melejit. Jika melihat Wall Street pada dini hari tadi, pasar bursa itu ditutup dengan menunjukkan penguatan dan apresiasi sebesar 3,15 persen pada indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA). Sementara untuk S&P terlihat melompat sebesar 2,62 persen.

Mengenai kabar baik soal angka pengangguran itu rasanya juga membuat Presiden Donald Trump terlihat merasa suka cita, ia pun bahkan menuliskan perasaannya itu pada akun sosial media Twitter miliknya, “Ini angka yang menakjubkan. Ini membahagiakan, mari menyebutnya demikian”.

Kabar mengenai anjloknya harga emas dunia juga berpengaruh terhadap emas dalam negeri produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Jika melihat data dalam waktu sepekan terakhir ini, harga emas Antam anjlok dalam kisaran 2,92 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa harga emas Antam mengalami penurunan lebih dalam dibanding harga emas dunia. Harga 1 gram logam mulia Antam pada akhir pekan kemarin dibanderol Rp 830.120 yang mengacu pada kepingan 100 gram.

Tetapi seperti yang sudah diketahui, untuk jangka panjang emas masih memiliki prospek yang positif. Hal ini masih dipengaruhi oleh ketidakpastian dari ancaman gelombang kedua virus corona dan sentimen hubungan antara AS dan China yang masih panas.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top