Finansial

Harga Emas Kebal dari Virus Corona?

Virus corona menjadi perhatian semua kalangan karena juga berdampak terhadap ekonomi secara domestik dan global. Pada kondisi yang belum stabil, pemilihan investasi memang harus dengan hati-hati. Lantas apakah investasi emas adalah pilihan aman sekarang ini?

Harga-Emas-Kebal-dari-Virus-Corona?

Harga Emas Kebal dari Virus Corona?

Jeff Curie -Kepala Penelitian Komoditas Global Goldman Sachs- mengatakan, bahwa emas dapat menjadi mata uang terakhir untuk menghindari virus corona. Hal ini terjadi karena uang kertas kemungkinan bisa menjadi media untuk virus berpindah. Ia menambahkan, emas menjadi aset safe haven lainnya seperti Yen Jepang atau Franc Swiss, tren ini akan terus berlanjut selama ketidakpastian Covid-19.

Emas menjadi investasi yang paling aman di tengah penyebaran virus corona yang terjadi di dunia menurut Goldman Sachs. Pada perdagangan Senin lalu, harga emas menguat 2%. Pada tahun ini emas telah naik menjadi 5% jika dibandingkan dengan penurunan S&P 500 yang sudah lebih dari 8%.

Investasi dalam bentuk emas masih menarik karena nilai return yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi lainnya seperti saham, deposito, atau valas. Selain itu nilai emas juga relatif tidak tergerus oleh inflasi. Faktor inilah yang membuat banyak orang tertarik menginvestasikan uangnya dalam bentuk logam mulia emas.

Memang demikian, emas lebih cocok dijadikan sebagai investasi jangka panjang karena harganya ditentukan oleh nilai emas dan harga internasional. Kelebihan yang lain tentang investasi emas adalah, mudah dicairkan, resiko rendah, dan tahan terhadap resesi.

Berinvestasi melalui emas perlu jangka waktu agar investasi tersebut bisa balik modal bahkan menguntungkan. Budi Raharjo -Perencanaan Keuangan One Shildt Financial Planning- mengatakan, adalah kerugian jika membeli emas kemudian menjualnya saat itu juga. Ia menyarankan agar membangun time frame yang lebih panjang.

Tapi dibalik kelebihan yang ditawarkan, investasi emas juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya adalah, harganya cenderung melambat ketika kondisi ekonomi stabil. Harga emas cenderung mengalami peningkatan ketika kondisi ekonomi dalam keadaan tidak stabil. Bila terjadi kondisi ekonomi yang tidak stabil, emas dijadikan sebuah alternatif teraman untuk mengamankan kekayaan investasi. Inilah yang menjadi fakta sekaligus ironi.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top