Bisnis

Ide Bisnis Yang Cocok Di Saat Pandemi

Pandemik ini mengajarkan kita bahwa substansi dan nilai suatu hal lebih penting daripada wujud dan bentuknya. Maksud saya, sekarang peradaban manusia, khususnya di negara kita Indonesia, “terpaksa” harus putar otak dalam mencari cara-cara baru untuk mempertahankan hidupnya. Mulai dari cara baru melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah atau perguruan tinggi, cara melakukan pekerjaan kantor, sampai cara untuk mencari cuan melalui bisnis.

Ada beberapa ide bisnis yang menurut saya sangat ideal untuk diterapkan dan dicoba dalam menyikapi femonema pandemi ini, ide-ide tersebut antara lain

 Ide Bisnis Yang Cocok Di Saat Pandemi

Ide Bisnis Yang Cocok Di Saat Pandemi

1. Dropshipping

Drop Shipping adalah metode manajemen penjualan produk di mana penjual atau pengecer tidak menyimpan barang dalam persediaan tetapi alih-alih mengirimkan pesanan pelanggan dan rincian pengiriman ke produsen, supplier, pengecer lain, atau grosir, yang kemudian mengirimkan barang langsung ke pelanggan.

Skema Kerja Drop Shipping, Dropship terjadi antara pihak satu dengan pihak lainnya yaitu pihak pertama sebagai penjual dengan berbekal kan upload media produk dan media etalase online atau toko online. Kemudian pihak kedua Sebagai supplier.

1. Dropshipper memasarkan produk
2. Customer melakukan pembelian melalui etalase dropshipper.
3. Dropshipper akan meneruskan pesanan kepada supplier.
4. Supplier akan melakukan pengiriman barang ke alamat tujuan customer atau pelanggan atas nama kita sebagai dropshipper.

2. Reseller
Reseller adalah sebuah kata yang terdapat didalam bahasa Inggris, kata re dapat diartikan sebagai kembali dan kata seller dapat berarti sebagai penjual. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, reseller kurang lebih artinya ialah “Penjual Kembali”.

Dan arti kata yang tersebut diatas sudah nampak jelas mengenai makna atau definisi dari reseller yang sebenarnya. Reseller ialah sebuah kelompok “perusahaan” atau individu “perorangan” yang membeli barang atau jasa dengan tujuan untuk menjualnya kembali. Bukan untuk dikonsumsi atau digunakan sendiri, namun untuk dijual kembali, guna untuk memperoleh keuntungan dari hasil penjualannya tersebut.

Seorang reseller membeli barang dari mana saja, bisa dari pihak produsen, supplier, distributor, agen, toko grosir, reseller lain dan lain sebagainya. Kemudian seorang reseller menstok berbagai barang atau persediaan yang akan ia jual kembali. Barang tersebut di promosikan kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi dari harga awal yang dibeli oleh reseller tadi.

Dengan demikian menjadi seorang reseller sedikit banyak harus memiliki modal untuk membeli dan menyetok barang yang akan ia jual kembali. Di dewasa ini, karena maraknya online shop yang bertebaran di dunia maya. Maka seorang reseller terlebih dahulu membeli barang, entah itu membeli langsung dari daerahnya sendiri “dunia nyata” maupun membeli di berbagai toko online yang ada di internet.

Kemudian seorang reseller membuat sebuah toko online barui, maupun mempromosikan barang tadi melalui berbagai situs, blog dan sosial media. Dan mulai menjual barang yang dibelinya tadi dengan harga yang lebih tinggi dari harga awal ia pertama membeli.

3. Freelance

Freelance adalah seseorang yang bekerja tanpa adanya ikatan jangka panjang dengan klien atau orang yang memberikan pekerjaan tersebut. Kontrak kerja freelance biasanya hanya berisi proyek yang akan dikerjakan, biaya dan waktu pengerjaan,

Contohnya: klien meminta pekerja freelance untuk dibuatkan website. maka freelancer akan mengerjakan proyek sesuai permintaan, dan jika pekerjaan selesai, kontrak pun selesai.

Orang yang melakukan pekerjaan freelance (tenaga lepas) disebut dengan freelancer (pekerja lepas). Mereka dapat bekerja dimanapun dan kapanpun baik itu di rumah, cafe atau tempat lain Tanpa harus datang ke kantor, berpakaian formal, datang jam 7 pulang jam 4 dll.

Seorang freelancer adalah bos untuk dirinya sendiri. dia harus bisa mengatur waktu, resistensi dan sebagainya. karena meskipun mereka bebas, Ada deadline pekerjaan klien yang harus diselesaikan tepat waktu.

Freelancer terbagi kedalam 2 jenis, yakni freelancer Full time yakni seseorang yang seluruh pekerjaan dan penghasilannya dari kerja freelance dan freelancer part time yakni seseorang yang bekerja freelance sebagai sampingan untuk mengisi waktu kosong dan mendapat penghasilan tambahan.

Contoh pekerjaan freelance sangat banyak, utamanya berkaitan dengan IT dan teknologi. Berikut adalah beberapa contoh bidang yang biasa digeluti para pekerja lepas.

1. IT (website developer, android developer, web design, dekstop programmer, web maintenance dll
2. ContentWriter untuk web, blog, website atau startUp
3. Copywriter
4. Ghostwriter
5. Desain (logo, website, produk, dll)
6. Konsultan
7. Data Entry & Data Mining
8. Penerjemahan (bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Tiongkok dll)
9. Elektronik dan Robotik
10. Bisnis & Digital Marketing

Demikian adalah beberapa ide bisnis yang bisa anda lakukan ditengan masa pandemi seperti sekaran. Semoga bisa membantu.

Pratama Bisri
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top