Crypto

IMF Kembali Ungkap Bahaya Cryptocurrency

International Monetary Fund atau lebih dikenal dengan IMF, sebagai lembaga keuangan tingkat dunia memang menaruh perhatian yang cukup tinggi pada keberadaan sekaligus perkembangan dunia mata uang digital. Dalam kabar terbarunya, IMF mengungkapkan regulasi yang lebih ketat diperlukan untuk mencegah pertumbuhan pesat mata uang kripto (cryptocurrency) yang mengarah pada ketidakstabilan keuangan, penipuan konsumen, dan pendanaan terorisme.

Melansir dari The Guardian, dilaporkan bahwa dalam sebuah bagian Laporan Stabilitas Keuangan Global yang akan datang, IMF mengatakan banyak dari cryptocurrency baru tidak memiliki tata kelola dan praktik risiko yang kuat.

Terkait mengenai regulasi dari mata uang digital, pada hari Senin (4/10/2021) lembaga itu mengatakan, “Sebagai langkah pertama, regulator dan pengawas harus dapat memantau perkembangan pesat dalam ekosistem kripto dan risiko yang mereka timbulkan dengan mengatasi kesenjangan data dengan cepat. Sifat global aset kripto berarti bahwa pembuat kebijakan harus meningkatkan koordinasi lintas batas untuk meminimalkan risiko arbitrase peraturan dan memastikan pengawasan dan penegakan yang efektif”.

Untuk informasi, pada tahun 2018 silam, IMF juga sempat membahas mengenai hal ini. Ketika itu, Financial Counsellor and Director for the Monetary and Capital Markets Department IMF, Tobias Adrian menyebut, cryptocurrency merupakan satu keniscayaan yang saat ini sudah ada dan mulai mewarnai sistem keuangan di seluruh dunia.

Pada hari Rabu (18/4/2018) silam, Adrian mengatakan, “Beberapa teknologi di balik aset crypto bisa membuat infrastruktur pasar keuangan seperti sistem pembayaran menjadi lebih efisien”.

IMF Kembali Ungkap Bahaya Cryptocurrency

IMF Kembali Ungkap Bahaya Cryptocurrency

Namun, tak semua hal terkait cryptocurrency adalah hal yang menyenangkan. Karena menurutnya, di saat yang sama cryptocurrency menyimpan risiko negatif bagi sistem keuangan itu sendiri. Dengan bentuknya yang berupa aset digital, cryptocurrency mudah disalahgunakan untuk kejahatan sistem keuangan seperti tindak pidana pencucian uang.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah China semakin mengintensifkan tindakan tegas terhadap semua bentuk perdagangan mata uang digital kripto. Negara yang memiliki julukan Tirai Bambu itu secara tegas akan membasmi aktivitas ilegal perdagangan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Melansir dari BBC, bank sentral China People’s Bank of China (PBoC) telah mengumumkan terkait penggunaan mata uang kripto sebagai transaksi yang ilegal – secara efektif melarang token digital seperti Bitcoin. PBoC mengatakan, “Aktivitas bisnis terkait adalah aktivitas keuangan ilegal”. Selain itu, PBoC juga menyebutkan bahwa transaksi dengan uang kripto “sangat membahayakan keselamatan aset orang“.

Tidak hanya itu saja, regulator Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan pengawasannya terhadap pergerakan mata uang kripto yang dinilai cukup liar, spekulatif, dan terus menarik perhatian. Gary Gensler, selaku Ketua Komisi Pengawasan Sekuritas dan Bursa di AS menjelaskan bahwa pihaknya terus bekerja lembur untuk membuat seperangkat aturan perlindungan investor dari investasi di ribuan aset digital dan koin.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top