Trading

Inilah 3 Ciri Robot Trading Kategori Penipuan!

Inilah 3 Ciri Robot Trading Kategori Penipuan!

Inilah 3 Ciri Robot Trading Kategori Penipuan!

Tawaran penggunaan robot trading saat berinvestasi valuta asing (valas) atau foreign exchange (forex) dan kritpo makin berseliweran secara daring. Kemudahan dan potensi keuntungan yang didapat dari menggunakan robot trading ini memang menggiurkan. Namun, dibalik itu semua, robot trading tetaplah menyimpan kekurangan.

Autotrading Robot atau yang sering disebut dengan istilah “Expert Advisor” (EA), adalah sebuah alat elektronik yang bekerja sendiri untuk mencari peluang open trade, baik open sell ataupun buy di forex market. EA disini bukan secara fisik. Tetapi sebuah software untuk trading forex secara otomatis. Tanpa trader melakukan perintah buy atau sell, robot akan mengerjakan hal-hal itu sendiri.

Robot tersebut bisa menjadi asisten trading untuk menemani dan membantu trader melakukan transaksi secara otomatis, sesuai dengan analisa fundamental dan teknikal. Dan tak jarang ada pihak-pihak yang menawarkan jasa penyedia robot sebagai alat bantu untuk memaksimalkan trading. Namun, tak semua penawaran tersebut bagus, beberapa diantaranya justru bisa menjebak calon investor ke dalam sistem tak jelas. Lantas, apa saja 3 ciri dari robot trading yang terindikasi dalam kategori penipuan? Berikut ulasannya!

Baca Juga: Atur Regulasi Robot Trading, Bappebti Harap Kasus Penipuan Tidak Terjadi Lagi

Hanya Boleh Menggunakan Robot Trading di Broker Tertentu Saja

Pada praktek penipuan robot trading, kerap kali calon investor tidak dapat memilih broker. Dan hanya dapat bertransaksi dengan broker yang telah ditentukan oleh penyedia jasa robot trading secara sedemikian rupa dengan ketentuan khusus.

Dengan cara inilah, para penipu dapat memanipulasi chart trading fiktif yang telah diatur sedemikian rupa dan disesuaikan dengan janji bagi hasil yang diberikan. Penting untuk Anda pahami, bahwa sistem robot trading seharusnya dapat digunakan pada broker lain.

Menjanjikan Hasil dan Profit yang Tak Masuk Akal

Seperti yang diketahui, tidak ada kenyataan yang terlalu indah. Semua pekerjaan mengandung risiko rugi. Jadi apabila Anda menemukan robot trading yang menawarkan keuntungan besar dan tanpa loss, maka Anda patut curiga.

Sebagus apapun iklan yang dipasarkan oleh para penyedia jasa robot trading terkait dengan produk yang mereka miliki. Ada baiknya Anda untuk melakukan pengujian dengan melihat kinerja dari robot itu sendiri. Dengan begitu, Anda akan mengetahui kredibilitas dari robot yang dimiliki oleh broker.

Robot Trading yang Ditawarkan Sebenarnya Adalah Tidak Ada

Seharusnya, robot trading memiliki wujud asli yakni berupa file expert advisor (EA). Dan memiliki eksistensi mql4 atau ex4 di MetaTrader 4, atau mql5 atau ex5 di MetaTrader 5. Sementara, robot trading ilegal tidak memiliki wujud file karena penyedia mengklaim akan menginstalkan.

Anda wajib memeriksa penyedia jasa robot trading tersebut apakah telah teregulasi badan pemerintah seperti Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti). Juga perlu dilihat tentang ulasan yang diberikan di forum yang memiliki reputasi tinggi. Jika terasa kurang baik dan seperti ada yang dibuat-buat, hindari jasa apapun yang ditawarkan tersebut.

Baca Juga: Ketua MPR Dorong Robot Trading Masuk Dalam Kategori Penasihat Berjangka

Mengapa Masih Ada Banyak Korban Robot Trading?

Tongam L Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) menjelaskan terkait masih adanya masyarakat yang menjadi korban penipuan robot trading. Hal ini lantaran mereka tergiur dengan janji imbal hasil yang tetap dan tinggi.

“Mereka kurang memahami bahwa investasi di perdagangan berjangka komoditi itu tidak selalu memberikan keuntungan. Artinya bisa saja mereka merugi. Tetapi karena dijanjikan selalu untung dan untungnya tinggi, karena ingin cepat kaya, akhirnya tergiur”, jelas Tongam.

Di sisi lain, banyak pelaku kejahatan yang memanfaatkan tokoh atau publik figur untuk mempromosikan robot trading agar membuat masyarakat tertarik. Namun Tongam melihat sebagian tokoh atau publik figur juga tidak menyadari kalau mereka sebenarnya tengah digunakan sebagai alat untuk melakukan penipuan.

Agar tidak menjadi korban investasi ilegal, Tongam berpesan agar selalu mengingat prinsip 2L. Adapun L yang pertama adalah ‘Legal’. Perusahaan dan produk investasi yang ditawarkan lewat aplikasi atau secara langsung harus telah memperoleh izin dari lembaga dan otoritas yang berwenang. Mulai dari izin badan hukum, izin kegiatan usaha, serta izin memasarkan produk investasi.

Dan L yang kedua adalah ‘Logis’. Keuntungan yang ditawarkan masuk akal dan wajar. Investasi yang legal tidak akan menjanjikan untuk besar tanpa risiko dalam waktu cepat. “Harus dilihat apakah penawaran investasi itu logis. Jangan sampai karena iming-iming imbal hasil yang tinggi, rasionalitas kita kalah”, katanya.

Baca Juga: Dapatkah Dana Korban Robot Trading Ilegal Dikembalikan?

Benny Faizal
4 Comments

4 Comments

  1. Pingback: Kasus Robot Trading Net89, Polisi Bekukan Rekening Tersangka

  2. Pingback: Robot Trading Jadi Pemicu Tertinggi Kasus Investasi Ilegal

  3. Pingback: Robot Trading dan Pengakuan Kesalahan Bappebti

  4. Pingback: Penipuan Robot Trading Masih Jadi Ancaman di 2023?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top