Finansial

Kasusnya Memicu Krisis Ekonomi Global, Apa Itu Evergrande?

Krisis keuangan yang tengah dialami oleh raksasa properti China, Evergrande tengah dikhawatirkan oleh pasar keuangan global. Dalam berita yang ramai dikabarkan, dilaporkan bahwa perusahaan tersebut tengah terancam gagal membayar utang senilai US$ 145 juta atau sekitar Rp 4.275 triliun.

Arus kas perusahaan disebutkan saat ini tengah berada dalam tekanan yang besar. Bahkan perusahaan baru-baru ini menyebutkan bahwa dua anak usahanya telah gagal memenuhi kewajiban penjaminan untuk produk manajemen senilai US$ 145 juta atau setara Rp 2 triliun yang dikeluarkan pihak ketiga.

Jika bangkrut, dampaknya akan sangat besar terhadap sistem keuangan Tiongkok. “Kebangkrutan Evergrande akan menjadi ujian terbesar sistem keuangan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir”, kata Mark William, ekonom Asia Capital Economics.

Pengembang real estate paling berhutang di dunia ini, akan mencapai serangkaian tenggat waktu untuk pembayaran bunga obligasi dengan total puluhan juta dollar. Saat berjuang untuk memenuhi pembayaran tersebut, perusahaan telah mulai membayar kembali beberapa investor dalam bisnis manajemen kekayaannya dengan properti.

Apa Itu Evergrande?

Mengutip dari Forbes, pada hari Rabu (22/9/2021), Evergrande dijelaskan sebagai sebuah grup perusahaan induk investasi, yang bergerak dalam pengembangan, investasi, dan pengelolaan properti real estate. Perusahaan ini didirikan pada 26 Juni 2006 dan berkantor pusat di Shenzhen, China. Perusahaan juga bergerak di bidang konstruksi properti, operasional hotel, bisnis keuangan, bisnis internet, hingga bisnis industri kesehatan.

Sementara itu, jika melihat dari situs resmi perusahaannya, Evergrande ditulis bahwa saat ini perusahaan memiliki delapan anak usaha yang bergerak di berbagai industri besar. Seperti Evergrande Real Estate, Evergrande New Energy Auto, Evergrande Property Services, HengTen Networks, FCB, Evergrande Fairyland, Evergrande Health, dan Evergrande Spring.

Kasusnya Memicu Krisis Ekonomi Global, Apa Itu Evergrande?

Kasusnya Memicu Krisis Ekonomi Global, Apa Itu Evergrande?

Pengusaha Hui Ka Yan mendirikian Evergrande, sebelumnya dikenal sebagai Grup Hengda, pada 1966 di Guangzhou, China selatan. Melansir BBC Internasional, Mr Hui pernah menjadi orang terkaya di Asia, yang meskipun kekayaannya anjlok beberapa bulan terakhir, masih mempunyai kekayaan pribadi lebih dari 10 miliar dollar AS atau 7,3 miliar poundsterling.

Kepala Divisi Pendapatan Tetap (Fixed Income) Matthews International Capital Management, LLC (Matthew Asia), Teresa Kong mengatakan China Evergrande diduga telah melakukan dua dosa besar kepada investornya yang berakibat krisis utang.

Pertama, China Evergrande adalah terlalu banyak meminjam uang, bahkan perusahaan ini disebut menjadi perusahaan properti yang paling banyak memiliki utang di dunia.

Kedua, perusahaan diduga memiliki tata kelola perusahaan yang buruk. Menurut data Refinitiv Eikon, Evergrande memiliki enam obligasi yang jatuh tempo tahun depan dan 10 obligasi jatuh tempo pada 2023, dari total 24 obligasi yang telah diterbitkan.

Apa Dampak Krisis Evergrande pada Indonesia?

Masalah keuangan raksasa properti China Evergrande menjadi perhatian sejumlah pihak selama beberapa waktu terakhir, tak terkecuali Menteri Keuangan Sri Mulyani. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan bahwa risiko gagal bayar utang Evergrande bisa mempengaruhi stabilitas keuangan di China maupun global.

Melansir Kompas pada hari Kamis (23/9/2021), Sri Mulyani mewaspadai jika krisis keuangan yang dialami Evergrande membuat raksasa konstruksi itu mengalami gagal bayar (default).

“Situasi ekonomi RRT (China) harus kita cermati dan kita waspadai. Kenaikan ekspor terutama komoditas sangat dipengaruhi oleh global economic recovery yang terutama di-drive oleh China, Eropa, dan Amerika,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, 23 September 2021.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

hadiah trading octafx
To Top