Forex

Memahami Bertrading Forex dengan Strategi Pivot Point Camarila

Seperti yang diketahui, strategi Pivot Point pada trading forex tidak hanya bertipe standar. Tetapi teknik ini ternyata memiliki beberapa macam. Di antaranya adalah: Woodie, Camarilla dan Fibonacci. Pivot Point sendiri adalah indikator teknikal yang digunakan trader forex sebagai pengukur tingkat harga untuk potensi pergerakan pasar di masa depan.

Selain itu, indikator Pivot juga digunakan untuk menentukan bias tren serta level support dan resistance, yang pada gilirannya dapat digunakan sebagai target profit, stop loss, entry dan exit. Terdapat banyak sekali manfaat dari teknik ini, khususnya bagi trader jangka pendek yang mengincar pergerakan kecil.

Pada artikel sebelumnya, telah dibahas mengenai teknik Pivot Point jenis Woodie. Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita membahas teknik Pivot Point jenis Camarilla yang juga memiliki sekian manfaat pada dunia trading forex.

Memahami Bertrading Forex dengan Strategi Pivot Point Camarila

Memahami Bertrading Forex dengan Strategi Pivot Point Camarila

Apa itu Pivot Point Camarilla?

Sebagai catatan awal, strategi Pivot Camarilla dapat dikatakan mirip dengan Pivot Point itu sendiri, namun Camarila menawarkan sesuatu yang lebih komplit untuk dipergunakan sebagai sebuah strategi.

Teknik ini ditemukan oleh Nick Scott pada tahun 1989, konsep utama dari strategi ini didasarkan pada gagasan bahwa harga memiliki kecenderungan untuk kembali ke level penutupan pada periode sebelumnya. Karena itu, rekomendasi tradingnya adalah dengan melakukan aksi buy di S3 atau sell saat harga mencapai R3.

Titik Pivot Camarilla adalah indikator serbaguna yang memungkinkan trader mengenali level harga utama, titik masuk, titik keluar, dan manajemen risiko yang sesuai. Strategi terbaik untuk trading dengan Pivot ini bergantung pada kondisi pasar pada waktu tertentu. Ada empat level support dan empat resistance yang termasuk dalam Camarilla serta level yang lebih dekat daripada variasi titik Pivot lainnya.

Pada dasarnya, rumus perhitungan Pivot Camarilla serupa dengan Pivot Woodie, yakni sama-sama menggunakan harga penutupan sebelumnya. Namun, yang membedakan adalah di dalam Pivot Camarilla, kita menghitung level support dan resistance dengan total 8 level (4 level resistance dan 4 level support) dengan masing-masing level dikalikan dengan faktor pengali.

Cara Menghitung Pivot Camarilla:

Pivot Camarilla dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

PP = (H + L + C) / 3

R4 = C + ((H – L) x 1.1/2)
R3 = C + ((H – L) x 1.1/4)
R2 = C + ((H – L) x 1.1/6)
R1 = C + ((H – L) x 1.1/12)

S1 = C – ((H – L) x 1.1/12)
S2 = C – ((H – L) x 1.1/6)
S3 = C – ((H – L) x 1.1/4)
S4 = C – ((H – L) x 1.1/2)

Keterangan:
C: Closing Price
H: High
L: Low

Gagasan utama Pivot Camarilla adalah kita harus membeli atau menjual saat harga mencapai level support atau resistance ketiga. Tetapi jika harga mampu melesat menembus S4 atau R4 maka hal ini menunjukkan bahwa adanya trend intraday yang sangat kuat

Kelebihan Pivot Camarilla:

1. Bermanfaat bagi trader jangka pendek
2. Dapat meningkatkan manajemen risiko
3. Dapat bekerja baik di semua pasar keuangan

Kekurangan Pivot Camarilla:

1. Tidak ideal bagi trader jangka panjang
2. Trader pemula akan kesulitan terkait penerapan strategi ini
3. Dapat memberi kerugian yang fatal jika diterapkan dalam strategi dan kondisi yang salah

Itulah uraian singkat mengenai panduan dasar tentang teknik Pivot Camarilla. Seperti yang diketahui, ada banyak sekali strategi dalam dunia trading forex. Namun, tak ada salahnya jika Anda ingin mencoba teknik Pivot Camarilla ini. Bukankah dunia trading forex adalah soal belajar dan berlatih?

Selamat mencoba!

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top