Forex

Mengenal dan Tips Menjalankan Strategi Trading Forex H1

Setiap orang memiliki strateginya masing-masing untuk mencari keuntungan dalam trading Forex. Salah satu di antara sekian banyak strategi yang ada, strategi trading Forex H1 mungkin menjadi salah satu strategi yang sederhana. Setidaknya salah satu trader profesional, Jim Brown, menggunakan strategi trading Forex ini dan berhasil mendapatkan cukup banyak keuntungan selama ini.

Penjelasan Tentang Strategi Forex H1

Dalam melakukan trading Forex, biasanya para trader menentukan time frame mereka masing-masing. Time frame dalam trading Forex berarti rentang waktu yang dibutuhkan oleh seorang trader untuk mengamati pergerakan harga. Adanya time frame pada trading Forex ini kemudian memunculkan beberapa strategi mendapatkan keuntungan dengan berdasarkan pada time frame ini.

Dalam trading Forex dikenal ada beberapa time frame yang biasanya banyak digunakan para trader. Salah satunya adalah time frame H1 atau time frame 1 jam. Strategi trading Forex yang mengandalkan time frame H1 ini kemudian disebut dengan Strategi Forex H1. Dalam strategi Forex H1, para trader melakukan pengamatan pergerakan harga dalam waktu 1 jam.

Mengenal dan Tips Menjalankan Strategi Trading Forex H1

Mengenal dan Tips Menjalankan Strategi Trading Forex H1

Tips Menjalankan Strategi Trading Forex H1

Dalam strategi Forex H1, pemilihan time frame hanyalah menjadi langkah pertama untuk menjalankan strategi tersebut. Pemilihan time frame hanya digunakan untuk menentukan waktu pengamatan pergerakan harga saja. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah beberapa tips menjalankan strategi Trading Forex H1

1. Perhatikan SMA dan EMA-nya

Seorang trader ternama, Jim Brown adalah salah satu trader yang sukses dalam trading Forex dengan menggunakan strategi Forex H1 ini. Dalam menjalankan strateginya itu, Jim Brown menggunakan berbagai indikator turunan MA (Moving Average). Indikator turunan yang dimaksud oleh Jim Brown adalah SMA (Simple Moving Average) dan EMA (Exponential Moving Average).

Saat menjalankan strategi Forex-nya, Jim Brown menerapkan periode 6, 12, 1 saat melakukan konfirmasi sinyal pada grafik MACD. Ketika MACD masih berada di bawah level nol, menurut Jim Brown saat itulah waktu yang tepat untuk mengatur SMA dan EMA-nya. Jim Brown melakukan set SMA 25 dan EMA 200 dari atas.

2. Tentukan Buy dan Sell Entry-nya

Agar dapat menjalankan strategi ini dengan tepat, perlu melakukan analisis terhadap Buy dan Sell Entry-nya. Bila indikator Forex menunjukkan grafik menurun berwarna merah saat trend sedang berjalan, itu artinya keuntungan yang didapatkan akan cukup. Namun terkadang, indikator menunjukkan warna merah bata yang berada di bawah level nol.

Saat indikator menunjukkan warna tersebut, saat itulah waktu yang tepat untuk menentukan keuntungannya. Sementara bila garis berwarna hijau berada di bawah separuh level horizontalnya, saat itu adalah saat yang tepat untuk melakukan penjualan. Yang perlu diingat, agar semakin menajamkan analisis saat menentukan kedua hal tersebut perlu pengalaman dan belajar lebih mendalam.

3. Perhatikan Trend dan Chart

Karena menggunakan EMA sebagai salah satu bagian strategi, maka ada dua hal yang harus diperhatikan yakni Trend dan Chart yang ada. Pertama, tentukan time frame pada Chart Daily sebagai time frame yang utama. Kemudian perhatikan pergerakan harga dan arah trend pada grafik waktu 1 dan 4 jam yang ada terhadap kurva indikator EMA.

Pada strategi trading Forex H1, time frame diset pada waktu 1 jam dan trend pada waktu 4 jam. Saat trend grafik 1 jam ternyata berbeda dengan grafik harian, sebaiknya tunggu dulu hingga trend menjadi searah. Kemudian, hindari melakukan trading jika grafik 1 dan 4 jam sudah searah tetap berbeda dengan grafik harian.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top