Forex

Mengenal Pola Power Candle pada Trading Forex

Seperti yang diketahui, pada trading forex terdapat dua analisa yakni analisa teknikal dan analisa fundamental. Bagi para trader teknikal, analisa teknikal dianggap jauh lebih menguntungkan dan lebih teliti dalam mengamati pergerakan harga, sehingga memudahkan ketika akan entry.

Sementara itu, bagi para trader fundamental, tentu menganggap bahwa analisa fundamental adalah yang paling tepat digunakan untuk mengetahui kondisi pasar. Para fundamentalis akan memperhitungkan penting tidaknya suatu informasi terhadap fluktuasi nilai tukar suatu mata uang.

Namun, yang menjadi point utama adalah, bahwa kedua analisa tersebut memang sama pentingnya, dan tentu saja masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Meski begitu, ada salah satu metode analisis yang banyak dipakai trader yakni analisis dengan pola candlestick. Seperti yang diketahui, terdapat banyak sekali pola candlestick yang umum digunakan oleh trader untuk mengambil keputusan.

Meski ada banyak pola candlestick pada trading forex, namun tahukah Anda bahwa ada pola lain dalam candlestick yang disebut dengan Power Candle? Apa itu Power Candle? Dan bagaimana pola ini terbentuk? Simak ulasan berikut!

Pengertian Power Candle:

Power Candle merupakan salah satu candle single seperti pola candle Marobozu dengan anatomi body yang besar dan panjang. Jenis candle ini sangat mudah ditemukan dalam chart karena candle ini memiliki perbedaan body yang mencolok di bandingkan dengan candle lainnya.

Jika dilihat dari bentuknya, Power Candle memang tampak mirip dengan pola candlestick Marubozu. Meski tampak sama diantara keduanya, namun antara Power Candle dan Marobozu memiliki perbedaan. Yakni, Power Candle memiliki (shadow pada candle), sementara Marubozu tidak memiliki shadow sama sekali.

Mengenal Pola Power Candle pada Trading Forex

Mengenal Pola Power Candle pada Trading Forex

Ada cara mudah untuk mengetahui apakah suatu candle merupakan Power Candle, yaitu:

1. Jika Close jauh lebih tinggi daripada Open, hampir sama dengan High, serta tidak ada Upper Shadow yang panjang, maka disebut Bullish Power Candle. Pola ini menandai akan terjadinya tren naik (Uptrend).

2. Jika Close jauh lebih rendah daripada Open, hampir sama dengan Low, serta tidak ada Lower Shadow yang panjang, maka disebut Bearish Power Candle. Pola ini menandai akan terjadinya tren turun (Downtrend).

Namun, ada satu catatan penting yang perlu diingat, bahwa Anda perlu berhati-hati agar tak terjebak pada pola yang sebenarnya bukan Power Candle. Dalam kondisi tertentu, suatu body candle yang besar tidak dapat dikatakan sebagai Power Candle.

Proses Terbentuknya Power Candle:

Secara umum, candle ini dipengaruhi oleh refleksi aspek-aspek fundamental seperti politik, ekonomi atau perang yang diwujudkan ke body-nya. Body-nya yang besar dan panjang adalah mengindikasikan adanya gerakan potensial dan agresif pada suatu waktu. Contohnya adalah rilisan data GDP yang dapat mendorong sentimen pasar dan menyebabkan aksi buy ataupun sell besar-besaran. Kondisi itulah yang kemudian terwujud sebagai Power Candle.

Berdasarkan kondisi ini, maka dapat dikatakan bahwa Power Candle merupakan sinyal peringatan atas pergerakan harga yang terjadi di pasar, sehingga pola ini sering disebut sebagai “early warning flag” bagi para trader forex.

Memanfaatkan Power Candle untuk Memaksimalkan Profit

Ada 3 hal penting yang perlu Anda pertimbangankan sebelum memutuskan untuk bertrading dengan menggunakan pola Power Candle, yaitu:

1. Gunakan Time Frame harian
2. Ketahui momentum ketika Power Candle muncul
3. Gunakan Stop Order untuk konfirmasi Breakout

Nah, itulah ulasan singkat mengenai pola Power Candle yang semoga dapat memberi Anda tambahan pengetahuan dalam pengambilan keputusan trading. Namun seperti yang telah disepakati, bahwa pasar sangat sulit diprediksi. Artinya bahwa tidak ada strategi yang dapat memberikan potensi keuntungan 100 persen.

Meski bertrading dengan Power Candle dapat menawarkan sejumlah keuntungan yang cukup besar, namun Anda tetap wajib memiliki penguasaan manajemen risiko yang mumpuni. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan dengan baik kapan Anda akan entry, stop loss dan take profit. Karena trading dengan Power Candle juga memiliki sejumlah risiko pula.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top