Forex

Mengenal Strategi Switching dan Penerapannya pada Trading Forex

Seperti yang telah diketahui dan disepakati bersama, bahwa dalam dunia trading forex kondisi pasar tidak selalu bergerak sesuai dengan apa yang Anda sebagai trader prediksikan. Pasalnya, pada prakteknya kondisi yang terjadi adalah bahwa posisi yang Anda yakini akan bergerak naik ternyata berjalan sebaliknya dan membuat Anda justru mengalami kerugian.

Meski dalam kondisi pasar yang berlawanan dan kerugian hampir di depan mata. Namun ada sebuah strategi yang dapat Anda lakukan agar posisi Anda berubah menjadi sebuah keuntungan. Yakni, Anda dapat melakukan strategi Switching. Apa itu Switching, dan bagaimana penerapannya pada trading forex?

Pengertian Switching:

Switching berdasarkan arti kata adalah mengganti. Dalam dunia trading forex, strategi Switching adalah saat Anda melakukan pergantian arah dan mulai menutup posisi yang merugi dan selanjutnya membuka posisi baru yang berlawanan dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan dari tindakan yang dilakukan.

Tujuannya yakni untuk me-recovery kerugian yang diakibatkan oleh posisi transaksi sebelumnya. Biasanya, teknik ini efektif apabila dilakukan ketika terjadi perubahan arah harga yang cepat dan drastis.

Logika dasar dari pemilihan teknik transaksi ini adalah memberikan alternatif mengenai bagaimana seseorang pelaku transaksi dapat melakukan revisi terhadap posisi transaksinya dan melakukan antisipasi apabila terjadi perubahan trend harga secara mendadak tanpa kehilangan peluang untuk memperoleh keuntungan.

Namun, satu hal yang perlu diingat adalah bahwa untuk melakukan teknik ini, Anda harus dalam posisi yang sudah sangat yakin bahwa pasar akan bergerak cukup kencang.

Mengenal Strategi Switching dan Penerapannya pada Trading Forex

Mengenal Strategi Switching dan Penerapannya pada Trading Forex

Karena dengan melakukan teknik ini, Anda membuka satu posisi baru lagi yang tentu dibayangi risiko kerugian jika ternyata pasar berbalik arah lagi. Kematangan analisis dan tingkat kesiapan mental turut mempengaruhi kesuksesan teknik Switching ini.

Contoh kasus:

Pada suatu ketika, Anda membuka posisi sell pada level 1.50000. Tapi ternyata harga bergerak naik hingga di level 1.50500. Di posisi ini, Anda sudah mengalami kerugian sebesar -500 pips.

Jika Anda menganggap bahwa pergerakan harga masih akan naik, maka pada level 1.50500 Anda pun menutup posisi sell tersebut. Kemudian pada saat yang bersamaan Anda pun membuka posisi buy di level 1.50500 tersebut.

Jika ternyata harga benar-benar terus naik hingga ke level 1.51000, maka posisi Anda saat itu akan mendapatkan keuntungan sebesar +500 pips. Itu artinya, kerugian -500 pips akibat posisi sell sebelumnya telah tertutupi.

Tips Saat Melakukan Switching:

1. Anda perlu melakukan Switching dengan membuka posisi kedua yang berlawanan dengan posisi yang pertama kali dibuka.
2. Ada baiknya Anda melakukan Switching saat tren besar mulai terbentuk.

Kelebihan Teknik Switching:

1. Dapat melatih kejelian trader dalam menangkap perubahan arah harga
2. Dapat menyadarkan trader mengenai pentingnya manajemen risiko
3. Dapat melatih kedisiplinan trader tentang volatilitas pasar

Kelemahan Teknik Switching:

1. Strategi ini tidak cocok untuk trader paruh waktu
2. Dapat membuat trader merasa terbebani karena harus terus menerus trading

Untuk diketahui, dalam trading forex resiko kerugian merupakan hal mutlak yang harus dihadapi oleh setiap trader yang masuk ke pasar. Tidak peduli Anda trader pemula atau trader profesional, jika Anda tidak mencegah resiko di masa depan, maka potensi kerugian yang akan didapatkan bisa menjadi lebih besar lagi.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top