Finansial

Mulai 1 Juli Netflix Hingga Game Online Kena Pajak

Dimulai tanggal 1 Juli 2020, pembelian produk dan jasa digital dari pedagang atau penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.

Baik dari dalam ataupun juga luar negeri, jasa PPN seperti Netflix hingga game seperti Free Fire, PUBG dan Mobile Legend akan ditarik sesuai nilai transaksi atau jumlah traffic dan pengakses tertentu dalam kurun waktu 12 bulan.

Kebijakan ini dilakukan untuk melaksanakan Pasal 6 ayat 13a Perppu No.1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19, di mana pemerintah menetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48/PMK.03/2020 sebagai turunannya.

Di hari Rabu (27/5/2020) yang lalu Siaran Pers Kemenkeu menulis, “Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan berusaha (level playing field) bagi semua pelaku usaha, di dalam maupun luar negeri, baik konvensional maupun digital”.

Melalui aturan ini, produk digital seperti layanan aliran (streaming) musik dan film, aplikasi dan permainan (games) digital, serta jasa daring lainnya dari luar negeri yang memiliki kehadiran ekonomi signifikan dan telah mengambil manfaat ekonomi dari Indonesia melalui transaksi perdagangannya, akan diperlakukan sama seperti produk konvensional atau produk digital sejenis dari dalam.

PPN 10 persen akan dikenakan jika para gamers di tanah air membeli item seperti skin atau senjata dalam game online. Bila hanya memainkan game tidak akan ditarik PPN 10 persen. Pembelian layanan dari produk luar negeri lainnya seperti Spotify, Netflix, dan beli aplikasi berbayar di Google akan dikenakan PPN 10 persen. Sebelumnya, transaksi layanan digital dari luar negeri belum ditarik PPN 10 persen.

Dengan penerapan PPN ini maka terjadi perlakuan yang sama dengan produk konvensional yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari yang telah dikenai PPN, serta produk digital sejenis yang diproduksi oleh pelaku usaha dalam negeri.

Mulai 1 Juli Netflix Hingga Game Online Kena Pajak

Mulai 1 Juli Netflix Hingga Game Online Kena Pajak

Hestu Yoga Saksama -Direktur Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Dirjen Pajak- mengatakan, “Selain untuk menciptakan kesetaraan antar pelaku usaha, penerapan PPN produk digital dari luar negeri ini juga diharapkan dapat meningkatkan penerimaan negara yang saat ini sangat penting sebagai sumber pendanaan untuk menanggulangi dampak ekonomi dari wabah Covid-19”.

Ia menjelaskan, “Pengenaan PPN atas pemanfaatan produk digital dari luar negeri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan kesetaraan berusaha (level playing field) bagi semua pelaku usaha khususnya antara pelaku di dalam negeri maupun di luar negeri, serta antara usaha konvensional dan usaha digital”.

Direktorat Jenderal Pajak menyatakan setiap transaksi jual beli termasuk jasa sudah harus wajib kena pajak. Tidak terkecuali para provider dan penyedia game yang mengambil untung dari Indonesia.

Sementara itu, Eks Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara pernah menjelaskan, ketika seseorang mengunduh game online berbayar yang notabene publisher atau studionya dari luar negeri sama saja dengan mengalirkan dana ke luar negeri. Apalagi jika hal ini terjadi terus menerus, maka defisit neraca pembayaran Indonesia akan semakin melebar.

Mirza mengatakan, “Kalau kita main game itu kelihatan enggak di NPI? Sekarang sih enggak, tapi yang pasti itu uang Indonesia ke luar. Mungkin hanya setengah dolar, tapi kalau yang main dua juta orang, ya itu uang keluar untuk games itu”.

Ia juga mendorong agar generasi milenial mampu menciptakan game sendiri. Bila perlu game yang mampu menarik perhatian WNA, sehingga ketika mereka mengunduh, akan membawa aliran dana masuk ke dalam negeri.

Tidak hanya itu, Mirza juga ingin agar anak Indonesia bisa lebih menekuni dunia industri kreatif lainnya, seperti perfilman. Menurutnya, jika film karya anak bangsa bisa diputar di luar negeri, tentu turut menyumbang aliran dana masuk.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top