Finansial

Mungkinkah Dampak Corona Akan Lebih Dari Krisis Ekonomi Global 2008?

Wabah virus corona telah menyebar ke banyak negara. Selain mengancam kondisi kesehatan, virus yang pertama kali menyebar di Wuhan China ini juga berdampak pada sektor ekonomi. Dampak corona yang mengganggu ekonomi global bisa menjadi lebih buruk dari yang selama ini diperkirakan.

Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa turun menjadi paling buruk sejak 2009. Ekonomi China sebagai negara manufaktur raksasa dunia saat ini juga mengalami penurunan drastis.

Produksi menjadi lambat dan terganggu karena rantai pasokan hampir sebagian besar berasal dari China. Pada kesempatan lain, Bank of England menyatakan akan membantu mestabilkan pasar. OECD memperkirakan bahwa pertumbuhan dunia di tahun 2020 ini akan berkisar pada angka 2,4%, turun dari angka 2,9% pada bulan November.

Kantor Statistik Nasional China (ONE) mengeluarkan data, bahwa patokan Purchasing Managers’ Index dari sektor manufaktur jatuh 14,3 poin ke 35,7 setelah sebelumnya mencapai angka 50 poin pada bulan Januari tahun ini. Sementara sepanjang bulan Februari, ekonomi China mengalami pertumbuhan terendah sejak tahun 2005 seiring langkah pemerintah menangani penyebaran corona.

Mungkinkah-Dampak-Corona-Akan-Lebih-Dari-Krisis-Ekonomi-Global-2008?

Mungkinkah Dampak Corona Akan Lebih Dari Krisis Ekonomi Global 2008?

Perkiraan OECD ekonomi global akan pulih kembali pada angka pertumbuhan 3,4% di tahun 2021. Perkiraan ini berdasar asumsi jika epidemi di China mencapai puncaknya pada kuartal pertama tahun ini, dan wabah di tempat lain bisa dikendalikan. Tapi gambaran ini bisa menjadi lebih buruk jika virus menyebar luas di Asia, Eropa dan Amerika Utara.

Menurut Bloomberg Economics, pabrik di China hanya beroperasi 60% – 70% dari kapasitas mereka. Dari 300 juta buruh di berbagai kota di China, sepertiganya masih belum bekerja karena dikarantina. Pemerintah setempat sudah meminta ke pemerintah daerah agar pabrik dan buruh segera berkerja lagi, terutama di daerah-daerah yang tidak terlalu berdampak.

Sektor smartphone menjadi salah satu paling terdampak akibat kejadian ini. Iphone Apple mengalami kekurangan suku cadang hingga perusahaan teknologi itu mengumumkan bahwa per 17 Februari 2020 produksi dan penjualannya sementara dibatasi.

International Monetary Fund (IMF) menurunkan perkiraan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto, PDB, China di tahun 2020 dari 6% menjadi 5,6%. Menurut mereka, corona telah menghadapkan ekonomi global pada ketidakpastian yang mendesak, dan menjadi ancaman bagi pemulihan karena rantai pasokan global kemungkinan ikut berdampak. Dalam situasi tidak pasti seperti ini, yang dilakukan pihak berwenang China adalah berusaha menyampaikan pesan-pesan yang menenangkan.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top