Crypto

Penipuan NFT Senilai Rp 15,7 Miliar, 2 Orang Ditangkap

Penipuan NFT Senilai Rp 15,7 Miliar, 2 Orang Ditangkap

Penipuan NFT Senilai Rp 15,7 Miliar, 2 Orang Ditangkap

Kasus penipuan NFT atau Non-Fungible Token terjadi dengan total uang senilai Rp 15,7 Miliar. Pada kasus ini, sebanyak dua orang telah ditangkap. Yakni Ethan Nguyen dan Andre Llacuna, atas kasus penipuan dan pencucian uang dengan skema ‘rug pull‘ kripto.

Untuk informasi, dalam penjelasannya, istilah rug pull merupakan bentuk penipuan dalam kripto di mana pengembang meninggalkan proyek yang mereka buat, setelah sebelumnya mengumpulkan dana dari investor. Mereka melakukan penjualan aset kripto dari proyek yang mereka kembangkan secara serentak dan dalam jumlah banyak sehingga nilai aset yang dimiliki investor menjadi tidak berharga.

Rug pull atau exit scam biasanya terjadi pada token-token dalam decentralized exchange (DEX) yang mengandalkan kumpulan aset yang disimpan dalam DEX tersebut. Dalam rug pull, penipu yang mengaku sebagai pengembang biasanya merancang sebuah proyek menjanjikan yang menarik banyak pengguna.

Kata rug pull diambil dari perumpamaan bahasa Inggris, yang memiliki arti harfiah yaitu menarik karpet sehingga membuat orang yang berdiri di atasnya terjatuh. Biasanya rug pull terjadi dalam periode waktu yang singkat dan cepat sehingga kebanyakan investor kecil yang mengikuti tren akan sangat dirugikan tanpa mengerti apa yang terjadi.

Sementara itu, terkait dengan hal ini, dua pelaku penipuan itu diduga memperoleh sekitar US$ 1,1 juta atau Rp 15,7 miliar dengan menjual token yang tidak dapat dipertukarkan berdasarkan karakter seperti kartun yang disebut ‘Frosties‘.

Dikutip dari The Verge pada hari Jumat (25/3/2022), dilaporkan bahwa setelah menjual NFT, mereka menutup proyek dan mentransfer dananya ke serangkaian dompet kripto terpisah. Sehingga membuat pemilik Frosties (korban) kehilangan hadiah yang dijanjikan.

Proyek Frosties sendiri mulai diselidiki oleh Internal Revenue Service, Criminal Investigation (IRS-CI) dan Homeland Security Investigations (HCI) pada bulan Januari, tidak lama setelah menerima keluhan tentang dugaan penipuan.

Menurut pihak berwenang di Amerika Serikat (AS), dua orang tersebut menjadi penipu pertama di negara itu yang ditangkap dalam kasus pidana federal yang melibatkan aset digital, yang popularitasnya meledak tahun lalu.

Dalam pernyataan kepada media, Pengacara Negara atau Jaksa, Damian Williams, di Manhattan mengatakan bahwa Ethan dan Andre , telah ditangkap di Los Angeles, California pada Kamis, 24 Maret.

Pembeli Frosties diiming-imingi bahwa mereka akan memenuhi syarat untuk mendapatkan hadiah khusus, seperti giveaway (hadiah) dan akses awal ke gim metaverse.

Satu pelaku yakni Nguyen, ternyata sempat meminta maaf kepada komunitas Frosties di Discord. Ia juga mengirimkan beberapa Ethereum kepada moderatornya untuk meminta maaf dan menyarankan mereka untuk menghapus akun Discord tersebut.

Meski proyek Frosties telah gulung tikar, Nguyen dan Llacuna tampaknya masih belum kapok meluncurkan proyek NFT. Keduanya sedang bersiap meluncurkan proyek NFT baru bernama Embers yang dijadwalkan rilis pada akhir Maret.

Pada akhirnya, Departemen Kehakiman Amerika Serikat, baru-baru ini akan mengisyaratkan peningkatan fokus pada kejahatan yang terkait dengan aset digital dengan membentuk tim penegakan mata uang kripto nasional.

Lita Alisyahbana
Trading Saham di EXNESS
To Top