Crypto

Benarkah PHK di Exchange Crypto Karena Harga Hancur?

Benarkah PHK di Exchange Crypto Karena Harga Hancur?

Benarkah PHK di Exchange Crypto Karena Harga Hancur?

Banyak perusahaan pedagang kripto (exchange crypto) diketahui tengah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun hal tersebut terjadi bukan lantaran harga kripto yang sedang mengalami penurunan drastis. Melainkan pasar aset kripto sedang alami crash seiring membengkaknya inflasi Amerika Serikat (AS) ke level tertinggi 41 tahun.

Mengutip beritasatu.com pada hari Kamis (16/6/2022), Country Manager Luno Indonesia Jay Jayawijayaningtiyas sedikit memberi penjelasan terkait hal ini. Bahwa PHK di beberapa perusahaan pedagang kripto bukan salah kriptonya atau masa depan industri itu sendiri. Namun, lebih karena manajemen perusahaan tersebut.

Baca Juga: Apakah Perbedaan Crash dan Koresksi dalam Trading Crypto?

Sebagai contoh, Crypto.com menghabiskan dana US$ 700 juta pada bulan November untuk hak penamaan pertandingan kandang Los Angeles Lakers, Clippers, dan Kings, yang sebelumnya dikenal sebagai Staples Center. Dampaknya, Crypto.com masuk dalam daftar perusahaan yang melakukan PHK.

“Mereka tidak save money dan saat downtrend seperti ini mau tidak mau harus ada PHK untuk bertahan. Jadi, ini bukan masalah industrinya. Tapi masalah korporatnya masing-masing”, ungkap Jay.

Sejumlah Exchange Crypto PHK Karyawan

Diketahui, pada hari Selasa (14/6/2022), Coinbase Global Inc melakukan pemangkasan 18% dari total tenaga kerja atau sekitar 1.100 orang. Hal ini sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan biaya di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

PHK terjadi sehari setelah Bitcoin anjlok hingga 14% ke level US$ 20.900. Setelah perusahaan pemberi pinjaman mata uang kripto utama AS Celsius Network membekukan penarikan dan transfer, dalam tanda terbaru dari penurunan pasar yang menghantam cryptosphere.

Baca Juga: Aset Kripto Layak Menjadi Investasi Masa Depan?

Coinbase juga mengungkapkan bahwa awal bulan ini, mereka akan memperpanjang penundaan perekrutan karyawan untuk masa mendatang. Dan mengabaikan sejumlah lamaran yang bursa mata uang kripto itu terima.

Sebelumnya, pada bulan lalu exchange Gemini dan Rain Financial mengumumkan PHK dan menghentikan sementara perekrutan baru. Menyusul BlockFi yang mengurangi jumlah karyawannya sebanyak 20% dan Crypto.com memberhentikan 260 stafnya.

Pasar Kripto Makin Terpuruk?

Seperti diketahui, pasar aset kripto memang sedang mengalami masa-masa sulit. Bitcoin misalnya, yang telah turun nilainya hingga 55 persen dalam enam bulan ke angka 22.000 dolar AS. Yang terparah ada Terra Luna yang sempat mengalami masa kejayaan dengan harga per kepingnya senilai Rp 1,7 juta. Namun, kini harga luna telah anjlok menjadi Rp 34.000.

Berdasarkan data coinmarketcap.com pada hari Jumat (17/6/2022), Ethereum anjlok hingga 10,10 persen. Selanjutnya, solana jatuh 11,12 persen ke posisi US$30,71 per keping. Dalam sepekan, kripto ini telah rontok 23,32 persen.

Baca Juga: Benarkah Kiamat Kripto Di Depan Mata?

Selanjutnya, Solana jatuh 11,12 persen ke posisi US$30,71 per keping. Dalam sepekan, kripto ini telah rontok 23,32 persen. Tak ketinggalan, BNB dan Dogecoin juga merosot masing-masing 7,25 persen dan 7,05 persen. Sementara Cardano merosot 6,90 persen ke posisi US$0,4912 per keping, dan XRP jatuh 3,11 persen ke posisi US$0,328 per keping. JuGa Tether yang turun tipis 0,02 persen ke posisi US$0,0998 per keping.

Di sisi lain, Binance USD mampu menguat 0,22 persen dalam semalam atau 0,07 persen dalam sepekan. Penguatan ditutup dengan USD Coin yang mampu naik tipis 0,02 persen dalam 24 jam terakhir.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Advertisement
To Top