Forex

Rugi Ratusan Miliar, Nasabah Robot Trading Net89 Melapor Ke Bareskrim

Rugi Ratusan Miliar, Nasabah Robot Trading Net89 Melapor Ke Bareskrim

Rugi Ratusan Miliar, Nasabah Robot Trading Net89 Melapor Ke Bareskrim

Ramai diberitakan, bahwa ratusan member dari Komunitas Korban NET89 melapor ke Bareskrim Polri. Kedatangan mereka didampingi para kuasa hukumnya yang tergabung dalam Team Advokasi Korban NET89. Untuk diketahui, robot trading NET89 sendiri merupakan robot trading besutan PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (PT SMI).

Para korban mendesak Polri segera menangkap bos perusahaan investasi bodong tersebut. Pasalnya, para korban mengaku, uang mereka sekitar Rp369 miliar masih mengendap di perusahaan tersebut dan tak bisa dicairkan.

“Kami tim Advokasi Korban NET89 meminta pengembalian seluruh dana milik klien kami secara sekaligus. Yang mana pada saat ini dana milik klien kami tersebut berada di dalam penguasaan PT SMI tanpa ada kejelasan apapun”, ungkap tim kuasa hukum korban NET89, Evelin Hutagalung, hari Jumat (26/8/2022).

Baik korban ataupun tim kuasa hukum juga menyayangkan sikap menutup diri PT SMI terkait kejelasan pengembalian dana milik para nasabahnya. Menurutnya, akan jauh lebih baik bagi semua pihak apabila PT SMI membuka diri dan melakukan komunikasi dengan jujur tanpa ada upaya-upaya untuk menyalahkan para nasabah.

Baca Juga: Dapatkah Dana Korban Robot Trading Ilegal Dikembalikan?

Evelin juga menambahkan, “Kami menduga adanya dugaan tindakan penipuan, sebagaimana dimaksud pada Pasal 378 KUHPidana. Yakni dengan cara mengumpulkan dana dari para member dengan rangkaian kebohongan dan keadaan palsu. Lalu ada lagi dugaan penggelapan, pencucian uang dan lainnya”.

Sempat Gelar Demo

Sebelumnya, pada hari Senin (22/8/2022) sejumlah nasabah korban investasi robot trading NET89 menggelar aksi protes di depan kantor PT SMI. Salah satu nasabah NET89, Linda mengaku, kedatangannya untuk meminta uang yang diinvestasikan bisa kembali. Pasalnya, sudah lebih dari tujuh bulan, perusahaan tersebut tidak memberikan kejelasan tentang nasib uang yang sudah mereka investasikan.

“Bahkan sampai ada yang meninggal dunia karena hingga saat ini nasib uang 5.000 sampai 8.000 dolar AS milik orang tersebut, belum jelas nasibnya”, ungkap Linda.

Fajar Herumurty, kuasa hukum yang tergabung dalam Team Advokasi Korban Net89 menjelaskan terkait hal ini. Menurutnya jumlah kerugian dari member adalah lebih dari Rp 300 miliar.

“Ini hanya sebagian kecil dari dana yang dihimpun dari masyarakat oleh PT. SMI. Dana yang berhasil dihimpun oleh PT. SMI (NET89) lebih besar dari Binomo, DNA Pro dan Viral Blast apabila digabungkan”, kata Fajar dalam keterangannya, hari Minggu (28/8/2022).

Awalnya, tak ada masalah pada operasional investasi robot trading NET89. Masalah muncul saat Satgas Waspada Investasi (SWI) menghentikan seluruh kegiatan instrumen investasi robot trading yang ada. Sejak saat itu juga, NET89 dan manajemennya menyampaikan untuk menghentikan semua aktivitas trading sebagai langkah untuk mendukung program pemerintah.

Baca Juga: Ciri dan Tips Menghindari Scam Robot Trading Forex

Atas kebijakan tersebut, awalnya pihak PT SMI melalui CEO Andreas Adreyanto menyampaikan penjelasan. Bahwa dana member dijamin aman karena aset-aset perusahaan cukup banyak. Namun, apa yang dijanjikan oleh Andreas justru tidak kunjung direalisasikan. Bahkan proses penarikan dana sampai saat ini tidak dapat dilakukan. Hal ini sudah berjalan selama 7 bulan tanpa adanya kejelasan, malah yang ada upaya-upaya dari manajemen PT SMI untuk melepaskan tanggung jawab.

Modus Robot Trading NET89

Salah satu kuasa hukum Tim Advokasi Korban Net 89, Evelin D Hutagalung menjelaskan terkait modus robot trading NET89. Sejak diluncurkannya konsep robot trading melalui penjualan eBook yang dikemas dalam sistem penjualan berjenjang (multi level marketing). Dan dalam pelaksanaannya seolah-olah (NET89) bekerja sama dengan beberapa broker. Dimulai dari Max Global, Global Premier, Zen Trade, dan BethleAsterFx, serta dilengkapi dengan broker HotForex yang khusus melayani nominal tertentu.

Untuk melakukan trading, kata dia, setiap member yang sudah membeli eBook baik yang tipe beginner maupun professional, diberikan robot yang siap pakai secara gratis. Robot tersebut dikoneksikan ke masing-masing broker yang seolah-olah melakukan eksekusi ‘buy‘ dan ‘sell‘ setiap ada kesempatan.

“Banyak pihak yang jadi tertarik dan ikut serta menjadi member NET89, sehingga menaikan perolehan pengumpulan dana oleh pihak PT SMI yang mana dana tersebut sebagiannya adalah milik dari mereka yang tergabung dalam Komunitas Korban NET89″, ungkap Evelin.

Baca Juga: Waspada! Inilah Modus Investasi Bodong Berkedok Robot Trading

Pemerintah melalui SWI sudah menghentikan seluruh kegiatan robot trading, termasuk NET89. Menurut Evelin, manajemen NET89 menyampaikan untuk menghentikan semua aktivitas trading, sebagai langkah untuk mendukung program pemerintah tersebut.

“Sehingga sejak saat itu seluruh proses trading, top up, withdrawal tidak bisa dilakukan lagi oleh para member,” kata Evelin.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top