Finansial

Semakin Panas! Trump Akan Beri Sanksi ke China

Para senator Amerika Serikat (AS) dari partai Republik, mengusulkan undang-undang yang akan memberi wewenang kepada Presiden Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi kepada China. Itu artinya, hubungan kedua negara tersebut diprediksi sepertinya justru akan semakin panas ke depan.

Sanksi ini akan diberikan jika negara tirai bambu tersebut gagal memberikan laporan lengkap mengenai asal muasal tentang wabah virus corona yang kini telah hampir menyebar ke seluruh negara di dunia.

Salah satu anggota senator yaitu Lindsey Graham, mengatakan bahwa dirinya sangat yakin ada manipulasi yang dilakukan oleh Partai Komunis China yang menyebabkan virus penyakit itu masuk ke AS dan telah menewaskan 80 ribu orang.

Sanksi-sanksi yang akan dijatuhkan kepada China diantaranya bisa berupa pembekuan aset, larangan perjalanan, pencabutan visa, pembatasan pinjaman untuk bisnis asal China oleh lembaga AS, dan larangan listing di bursa.

Mengutip Reuters, pada Rabu (13/5/2020) Lindsey mengatakan, “Saya yakin China tidak akan pernah bekerja sama secara serius dengan penyelidikan, kecuali dipaksa melakukannya”.

Ia juga mengklaim, bahwa China selalu menolak peneliti asing masuk dan mempelajari tentang wabah tersebut. Lindsey juga menambahkan, bahwa undang-undang tersebut akan disebut sebagai UU Pertanggungjawaban Covid-19. Jika undang-undang ini disahkan, maka aturan ini akan meminta presiden untuk membuat sertifikasi selama 60 hari yang ditujukan kepada parlemen AS.

Semakin Panas! Trump Akan Beri Sanksi ke China

Semakin Panas! Trump Akan Beri Sanksi ke China

Sertifikasi ini berisi jawaban mengenai apakah benar China telah memberikan data yang lengkap terkait virus corona dalam penyelidikan yang dilakukan AS dan negara sekutu atau organisasi PBB yang terkait misalnya WHO.

Rancangan undang-undang ini juga akan menekan China untuk menutup semua pasar tradisional basah yang bisa membuat manusia terpapar penyakit. Sebagaimana yang diketahui, pasar ikan dan hewan langka di Wuhan China disebut-sebut sebagai asal muasal virus penyakit ini.

Jika melihat data Worldmeters saat ini, virus corona sudah menginfeksi di 212 negara dan teritori. Dan pada sumber yang sama, jumlah pasien positif secara akumulatif telah mencapai 4 juta orang lebih.

Tuntutan lain ke China adalah negara itu diminta untuk membebaskan semua pendukung pro-demokrasi Hong Kong yang ditahan. Ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan laju penyebaran pandemi.

Sebelumnya juga diberitakan, kedua negara ini telah terlibat perang argumen mengenai sumber dari wabah penyakit ini. Hingga memutuskan negara Paman Sam akan menggugat China karena ini.

Ketegangan antar negara tersebut telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir. AS dikabarkan sudah mengajukan undang-undang yang akan memungkinkan warganya untuk menuntut China terkait masalah corona di pengadilan federal.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top