Finansial

Siap-Siap! Emas Akan Cetak Rekor Tinggi Dalam Hitungan Bulan

Kabar mengenai risiko dari gelombang kedua penyebaran virus corona menjadi salah satu pemicu penguatan logam mulia pada pekan ini. Pada hari Jumat (19/6/2020) kemarin, harga emas dunia alami penguatan senilai lebih dari 1 persen. Hal ini sekaligus membukukan penguatan dalam dua pekan berturut-turut. Mengutip data dari Refinitiv, Jumat kemarin perdagangan emas ditutup di level US$ 1.742,84/troy ons. Ini artinya harga logam mulia tersebut naik 1,17 persen di pasar spot.

Level tertinggi yang dicapai emas di tahun ini tercatat pada 18 Mei lalu yang mencapai US$ 1.764,55/troy ons. Angka ini adalah merupakan yang tertinggi sejak bulan Oktober di delapan tahun yang silam. Sementara pada 6 September 2011, emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Ketika itu emas berada pada level US$ 1.920,3/troy ons. Hal ini membuat banyak institusi memprediksi bahwa rekor akan dipecahkan dalam hitungan bulan.

Sebelumnya, Goldman Sachs juga memberikan outlook bullish untuk logam mulia emas. Menurut bank investasi global tersebut, terdapat beberapa faktor yang mendorong harga emas lebih tinggi. Antara lain adalah kebijakan moneter dan fiskal yang super ekspansif dibarengi dengan kuatnya sentimen konsumen.

Dalam prediksi sebelumnya, Goldman merilis angka US$ 1.600/troy ons, US$ 1.650/troy ons, dan US$ 1.800/troy ons untuk target harga emas dalam 3, 6, dan 12 bulan ke depan. Namun dalam kabar yang terbaru, Goldman merevisi prediksi harga emas akan mencapai US$ 1.800/troy ons, US$ 1.900/troy ons, dan US$ 2.000/troy ons.

Siap-Siap! Emas Akan Cetak Rekor Tinggi Dalam Hitungan Bulan

Siap-Siap! Emas Akan Cetak Rekor Tinggi Dalam Hitungan Bulan

Prediksi mengenai emas yang akan kembali mencetak rekor tertinggi juga datang dari institusi keuangan yang lain. Yakni Bank of America (BofA) yang memprediksi emas akan ke US$ 3.000/troy ons dalam jangka waktu 18 bulan ke depan. Bahkan BofA memprediksi tentang ini sejak bulan April yang lalu.

Prediksi tentang harga yang melesat dan membuat emas semakin berkilau adalah dari Ole Hansen -Kepala Ahli Strategi Komoditas di Saxo Bank-. Ole memprediksi dalam jangka panjang harga emas akan mencapai harga di atas US$ 4.000/troy ons.

Pandemi virus corona tidak serta merta menjadi satu-satunya pemicu alasan mengenai harga emas yang naik di tahun ini. Sebelumnya, emas memang sudah berancang-ancang untuk melaju naik. Faktor lainnya adalah kebijakan pelonggaran moneter yang diadopsi oleh bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) pada tahun lalu. Juga bank sentral lainnya seperti European Central Bank (ECB).

Mewabahnya virus corona yang menyerang hampir di seluruh negara di dunia, membuat banyak orang memilih untuk berinvestasi yang aman. Emas dianggap menjadi pilihan saat pasar keuangan dunia mengalami tekanan akibat dari virus penyakit tersebut.

Seperti yang sudah ramai diberitakan, pandemi virus corona membuat ekonomi global mengalami penurunan yang tajam hingga ancaman terjadinya resesi. Sehingga bank sentral di banyak negara menerapkan kebijakan soal pelonggaran moneter. Hal ini mengartikan bahwa emas semakin banyak mendapat pemantik dan mendorong harganya yang melesat.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top