Finansial

Survei: Pengaruh Corona, Ekonomi Masyarakat Hanya Kuat Sampai Juli

Lembaga Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels) merilis hasil survei terkait kemampuan ekonomi masyarakat selama bertahan di masa pandemi virus corona.

Survei ini dilakukan di 20 provinsi di Indonesia selama dalam kurun waktu antara 21 April hingga 3 Mei yang lalu. Proses ini juga melibatkan 1.053 responden dan menggunakan teknik stratified random sampling dengan margin error kurang lebih tiga persen.

Dalam rilis hasilnya, Cespels menunjukkan mayoritas masyarakat atau sekitar dari 69,4 responden mengaku bahwa kondisi ekonominya hanya mampu bertahan tidak kurang dari dua bulan ke depan. Ubedilah Badrun -Tim Peneliti Cesples- menjelaskan, bahwa mayoritas dari responden dalam survei yang dilakukan oleh lembaganya merupakan masyarakat berpendidikan tinggi dengan tingkat ekonomi menengah ke atas.

Dalam konferensi pers online pada hari Senin (11/5/2020) kemarin, Ubedilah mengatakan, “Ini artinya kemampuan ekonomi masyarakat secara umum hanya sampai pada Juli 2020, setelah itu mereka tidak memiliki tabungan lagi”.

Survei: Pengaruh Corona, Ekonomi Masyarakat Hanya Kuat Sampai Juli

Survei: Pengaruh Corona, Ekonomi Masyarakat Hanya Kuat Sampai Juli

Dengan hal yang demikian, itu berarti hasil survei tersebut menunjukkan bahwa ada banyak masyarakat dengan kelompok ekonomi menengah yang akan jatuh ke kelompok masyarakat menengah ke bawah. Ubedilah menjelaskan, “Artinya apa, fenomena kelas menengah yang merasa tidak cukup uangnya sampai dua bulan ke depan, ini dalam dua bulan ke depan akan terjadi pergeseran, penurunan kelas sosial”.

Ubedilah menilai, saat ini kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah justru lebih berpihak kepada kelompok ekonomi masyarakat di bawah (lower class). Padahal, dalam dua bulan ke depan ada kelompok masyarakat menengah yang berpotensi anjlok.

Ia juga mengingatkan kepada pemerintah agar kondisi itu juga bisa segera diantisipasi. Menurutnya, pemerintah perlu membuat kebijakan antisipatif di sektor ekonomi terutama terkait ekonomi masyarakat menengah yang berpotensi jatuh kurang dari dua bulan ke depan.

Ubedillah juga menyatakan, bahwa responden surveinya sebagian besar adalah merupakan masyarakat dengan kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan yang representatif. Ia menambahkan, bahwa hal itu terlihat dari identitas responden yang terjaring, yakni 62 persen responden merupakan masyarakat berpendidikan tinggi.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top