Crypto

Tak Hanya China, India juga Berencana Hancurkan Kripto!

Diberitakan sebelumnya, pemerintah China berencana untuk menghancur leburkan mata uang kripto seperti Bitcoin. Bahkan, tidak dipungkiri bahwa harga Bitcoin yang sempat anjlok di beberapa waktu belakangan kemarin, adalah juga dipengaruhi oleh keputusan China tersebut.

Mengutip dari beberapa sumber, pihak otoritas China menggencarkan razia tambang kripto dan menyebutnya praktik yang sangat merusak dan mengancam usaha negara itu untuk menurunkan emisi karbon. Penambangan uang kripto memang memakan energi yang sangat besar.

Juru bicara National Development and Reform Commission (NDRC), Meng Wei, dalam konferensi pers menyebut tambang Bitcoin memakan begitu banyak energi dan menghasilkan emisi karbon yang tinggi. Selain itu, negeri pimpinan Presiden Xi Jinping itu membekukan beberapa outlet berita yang fokus mengabarkan soal mata uang virtual itu.

Meng Wei juga mengumumkan tindakan keras akan diberlakukan pada penambang kripto komersial maupun instusi milik negara. Ia menjelaskan, bahwa pemerintah bakal menaikkan harga listrik bagi setiap institusi milik negara yang ketahuan menyalahgunakan listrik bersubsidi yang diterimanya untuk penambangan kripto.

Kini, dalam kabar terbarunya, pemerintah India akan segera menekan undang-undang yang melarang peredaran mata uang kripto swasta. Hal ini untuk memuluskan Negeri Hindustan itu dalam memperkenalkan uang digital baru yang didukung bank sentral.

Tak Hanya China, India juga Berencana Hancurkan Kripto!

Tak Hanya China, India juga Berencana Hancurkan Kripto!

Mengutip AFP pada hari Rabu (24/11/2021), dalam keterangannya, Narendra Modi sebagai Perdana Menteri India mengatakan, “Bitcoin menghadirkan risiko bagi generasi muda kita jika berakhir di tangan yang salah”.

Untuk informasi, dalam undang-undang yang sama dituliskan bahwa beleid tersebut juga akan memuat kerangka kerja untuk mata uang digital yang didukung oleh bank sentral India.

Dalam salah satu beleid tertulis pernyataan, “Melarang semua cryptocurrency swasta di India. Namun, itu memungkinkan pengecualian tertentu untuk mempromosikan teknologi cryptocurrency dan penggunaannya”.

Bank sentral India kabarnya akan meluncurkan mata uang digitalnya sendiri pada Desember mendatang di tengah keprihatinannya yang serius tentang mata uang kripto.

Meski tidak ada data resmi, perkiraan industri menunjukkan, ada 15 juta hingga 20 juta investor kripto di India. Total kepemilikannya mencapai sekitar 400 miliar rupee atau setara US$ 5,39 miliar. Bitcoin menarik sangat banyak investor lokal.

Awal tahun ini, India sempat menentang peredaran mata uang kripto. Pemerintah sempat mempertimbangkan untuk mengkriminalisasi kepemilikan, penerbitan, penambangan, perdagangan, dan transfer aset kripto. Namun, hingga saat ini tidak ada aturan baru yang lahir dari pemikiran tersebut.

Sebaliknya, Perdana Menteri Narendra Modi kini mulai melihat mata uang kripto sebagai bentuk inovasi digital yang perlu diatur dengan benar. Modi juga mengajak negara-negara demokrasi untuk bersama-sama mengelolanya dengan baik.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top