Bisnis

Tangki Penyimpanan Masih Penuh, Harga Minyak Dunia Turun Lagi

Pada perdagangan hari Selasa (28/4/2020) waktu Amerika Serikat (AS) kemarin, harga minyak mentah dunia kembali merosot. Hal ini terjadi akibat dari terbatasnya tangki penyimpanan produksi minyak di tengah permintaan yang terus menurun. Kondisi ini dipicu oleh data kenaikan stok domestik yang tidak setinggi perkiraan meski ada enam belas negara bagian AS yang akan kembali membuka usaha bisnisnya.

Rabu (29/4/2020) ini, minyak mentah berjangka jenis Brent untuk pengiriman di bulan Juni naik menjadi US$ 0,47 atau 2,3 persen ke posisi US$ 20,46/barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Juni melemah US$ 0,44 atau 3,4 persen ke US$ 12,34/barel.

Di waktu sebelum ini, persediaan minyak mentah AS naik 10 juta barel pada pekan yang lalu, hingga menjadi 510 juta barel. Jika melihat data dari American Petroleum Institute, angka ini artinya adalah lebih rendah dari ekspektasi para analis yaitu 10,6 juta barel. Di dua minggu sebelumnya, persediaan minyak mentah naik sebesar 15 juta barel menjadi 518,6 juta barel, angka ini hampir menyamai rekor tertinggi sepanjang masa yaitu 535 juta barel pada tahun 2017 silam.

Phil Flynn -Analis Senior dari Price Futures Group- mengatakan, “Kehancuran permintaan telah meningkat di AS, tetapi pengurangan produksi baru saja dimulai”.

Bukan hanya soal merosotnya produksi minyak mentah AS, produsen serpih juga dihantam oleh berakhirnya perjanjian pembelian dengan perusahaan jasa.

Tangki Penyimpanan Masih Penuh, Harga Minyak Dunia Turun Lagi

Tangki Penyimpanan Masih Penuh, Harga Minyak Dunia Turun Lagi

Kepala Eksekutif BP Bernard Looney mengatakan, bahwa perusahaannya memperkirakan penurunan permintaan minyak global sebesar 15 juta barel per hari (bph) pada kuartal kedua 2020 akibat pembatasan pergerakan di tengah pandemi virus corona.

Sementara itu, menurut laporan Jim Ritterbusch -Presiden Ritterbusch and Associates- menjelaskan, “Meski upaya gila-gilaan untuk mengurangi produksi, pemangkasan lebih lanjut akan diperlukan dalam beberapa minggu mendatang sebelum harga terendah betul-betul dipertimbangkan”.

Sebelumnya, minyak dunia bahkan sempat menembus harga minus. Situasi ini terjadi pada Senin (20/4/2020) yang lalu. Kondisi ini adalah yang pertama kali terjadi dalam sejarah. Di hari Selasa (21/42020) minyak jenis light sweet mengalami anjlok hingga 101,33 persen.

Ketika itu, harga minyak berjenis light sweet mengalami koreksi yang drastis. Bahkan harga sempat menyentuh di angka -US$ 37,63 per barel. Hal ini terjadi karena pengaruh posisi kontrak. Selain itu, kondisi ini juga konsekuensi dari akibat perang minyak antara Arab Saudi dan Rusia yang terjadi pada akhir Maret lalu.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top