Finansial

Tren Investasi Baru: Beli Tanah di Dunia Virtual Metaverse

Seiring dunia teknologi yang mengalami perkembangan tiada henti, kini investasi perlahan mengalami perubahan dengan menuju ke arah digital. Hal ini termasuk mengenai kepopuleran dunia digital Metaverse. Pasalnya, kini banyak pesohor sekaligus perusahaan internasional yang memilih membeli tanah di dunia virtual atau bahkan mendirikan bisnis di Metaverse. Nama-nama besar seperti Snoop Dogg atau perusahaan teknologi telekomunikasi Samsung diketahui memiliki tanah virtual di Metaverse.

Selain dua nama yang telah disebutkan, terdapat pula beberapa pesohor dan perusahaan lain yang juga melakukan hal yang sama. Yakni, Huang, JJ Lin, Adidas, PWC Hong Kong, Prager Metis International dan Atari. Seperti yang diketahui, Metaverse sendiri telah menjadi tren seiring Facebook berganti nama menjadi Meta pada bulan Oktober tahun lalu. Perlu diketahui, Metaverse adalah sebuah dunia komunitas virtual yang saling berhubungan dan didesain semirip mungkin dengan dunia nyata.

Terkait hal ini, Prager Metis International dalam keterangannya menjelaskan, bahwa pihaknya membuka properti virtual tiga lantai dengan nilai US$ 35 ribu. Perusahaan akuntan yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat (AS) tersebut telah membeli properti lahan virtual melalui platform Decentraland pada bulan lalu.

Tren Investasi Baru: Beli Tanah di Dunia Virtual Metaverse

Tren Investasi Baru: Beli Tanah di Dunia Virtual Metaverse

Pihak perusahaan mengatakan berencana menggunakan properti virtual tersebut untuk operasional bisnis, misalnya memberi saran kepada klien terkait pajak dan akuntansi. Mengutip dari Wall Street Journal pada pekan lalu, Glenn Friedman selaku CEO Prager Metis International mengatakan, “Kami memperkirakan bahwa banyak dari klien, terutama mereka yang berada di industri hiburan dan mode, mencari layanan di Metaverse“.

Wired melaporkan, lahan virtual merupakan lapisan jaringan digital yang terhubung secara geografis. Seperti NFT alias non-fungible token, orang yang membeli lahan virtual ini dapat mengklaim kepemilikannya. “Membeli tanah virtual seperti membeli properti di Manhattan, AS, tetapi di dunia di mana siapa pun dapat secara layak menciptakan alternatif dalam jumlah tak terbatas yang mudah dijangkau,” demikian dikutip dari Wired, bulan lalu (26/12/2021).

Sementara itu, mengutip dari Antara pada hari Jumat (7/1/2022) lalu, Pakar Teknologi Informasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ridi Ferdiana berpendapat aktivitas jual beli tanah virtual di Metaverse sangat menjanjikan dan sebuah peluang investasi masa depan.

Dari sumber yang sama, Ridi mengatakan bahwa potensi investasi masa depan itu berkaca dari para mengguna Metaverse yang semakin berkembang. Menurutnya, kini berbagai lokasi seperti universitas, situs sejarah dan budaya, sampai point of interest lain sudah diperdagangkan dalam bentuk tanah digital.

Kenaikan nilai tanah di Metaverse yang ditawarkan pun, lanjut dia, juga menjajikan. Ridi mencontohkan, lahan UGM sebelumnya dipatok 0.1 USDT (mata uang kripto) di Next Eart, sekarang nilainya meningkat menjadi 382,64 USDT (282%). “Tetapi, apakah memang aman dan ada peminat yang bersedia membelinya itu cerita yang berbeda”, ungkapnya.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Trading Saham di EXNESS
To Top