Bisnis

Warren Buffet Sampai Ikut menjual Saham Bank, Apa Sebenarnya yang Terjadi?

Mengutip dari www.barrons.com, dalam minggu ini anak usaha perusahaan investasi milik Warren Buffett yaitu Berkshire Hathaway telah menjual sebagian kepemilikannya di saham U.S Bancorp (USB).

Pada tanggal 11 dan 12 Mei ini, dalam laporan Warren ke Securities and Exchange Commission (SEC) Berkshire Hathaway menjual sebanyak 497.786 saham perusahaan. Itu artinya kepemilikan Hathaway di perusahaan ini hanya bersisa 150.5 juta saham.

Jika mengacu pada peraturan dari SEC, apabila seseorang atau suatu entitas perusahaan memiliki saham di suatu perusahaan publik berjumlah lebih dari 10 persen, maka mereka wajib melaporkan setiap transaksi penjualan ataupun pembelian saham tersebut ke SEC.

Akibat penjualan ini kepemilikan saham Hathaway di U.S Bancorp turun menjadi di bawah 10 persen, maka Hathaway tidak perlu lagi melaporkan penjualan ataupun pembelian saham USB ke SEC. Aturan ini juga ada pada Bursa Efek Indonesia (BEI), tetapi angkanya lebih rendah yaitu 5 persen.

Warren Buffet Sampai Ikut menjual Saham Bank, Apa Sebenarnya yang Terjadi?

Warren Buffet Sampai Ikut menjual Saham Bank, Apa Sebenarnya yang Terjadi?

Sebelumnya, investor saham yang terkenal dengan julukan peramal dari Ohama ini di pertemuan tahunan (RUPST) pada Sabtu (2/5/2020) yang lalu, mengatakan “Kami belum melakukan apa-apa, karena kami tidak melihat ada sesuatu yang menarik untuk dilakukan”.

Komentarnya ketika itu adalah soal alasannya mengenai kenapa tidak mengeluarkan banyak dana untuk belanja saham atau akuisisi tetapi justru menumpuk kas tunai perusahaan menjadi semakin gemuk.

Warren Buffet memang biasanya memanfaatkan penurunan harga saham yang terjadi saat koreksi tajam untuk masuk. Seperti ketika harga ambles, ia melakukan investasi khusus pada saham perusahaan semisal Bank of America dan Goldman Sachs selama krisis keuangan di tahun 2008.

Selama pandemi virus corona ini, Warren juga sudah menjual seluruh kepemilikan saham di sejumlah maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS). Kepemilikan sahamnya yang dibeli melalui Berkshire sebelumnya di sektor ini mencapai US$ 4 miliar atau setara Rp 62 triliun pada bulan Desember di tahun lalu, termasuk saham di empat maskapai penerbangan.

Harga saham U.S. Bancorp sendiri memang sangat terpukul setelah terkena efek dari pandemi virus corona. Pada hari Kamis (15/4/2020) ini saham ditutup di harga $31,17 turun 47,43 persen secara tahun berjalan. Sebagai perbandingan indeks S&P 500 hanya turun 11,71 persen selama tahun berjalan.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top