
Penyanyi Joshua March Akui Rugi Miliaran dari Robot Trading Fahrenheit
Berita mengejutkan datang dari penyanyi Joshua March, dimana ia mengaku alami rugi miliaran rupiah karena mengikuti robot trading Fahrenheit. Sejak bergabung pada Agustus 2021, Joshua March mendapati jika direktur utama Fahrenheit System Pro, Hendry Susanto, mendadak menghilang dan sulit dihubungi. Padahal sebelumnya, ia mengenal pria tersebut memiliki karakter sopan dan menghargai orang lain.
Dalam keterangannya pada hari Rabu (9/3/2022), Joshua mengatakan, “Hendry Susanto selaku direktur utama adalah orang yang baik dan sopan. Tapi kalau soal uang, ya kita nggak tahu, pastinya orang akan berubah dengan seketika”.
Mengutip dari tayangan di Youtube KH Infotainment, Joshua menceritakan dirinya dan grup member lainnya mengalami kerugian dari investasi robot trading Fahrenheit.
“Pertama kerugian materi pasti karena kita inves dan grup saya juga udah totalnya mungkin ini agak kecil dibanding jumlah semua puluhan ribu member”, katanya.
“Banyak yang bilang dan saya dapet dari beberapa sumber itu total 5 triliun”, ungkapnya lagi.
Joshua bahkan mengaku jika yang dialami oleh grupnya hingga kerugian pribadinya yang hampir mencapai Rp 2 miliar.
“Dari grup saya sendiri sih cuma beberapa miliar ya, mungkin agak kecil dibanding lainnya ya”, tambah Joshua.
“(Kerugian) saya ada satu lebih, kurang lebih hampir dua miliar”, ungkapnya.
Dalam investasi ini, Joshua mengaku para member mendapat tawaran yang sama seperti robot trading lainnya.
“Yang ditawarkan seperti robot-robot trading lainnya, itu memang cuan atau untung yang didapatkan dari hasil trading”, jelasnya.
Tidak hanya itu saja, Joshua juga merasa bahwa pimpinan Fahrenheit System Pro sengaja menghilang karena nomor teleponnya tak lagi bisa dihubungi.
“Akun Instagram-nya menghilang, semua dana member Fahrenheit dibuat margin call hingga saldo minus. Duit nasabah triliunan ludes habis dalam proses margin call yang memakan waktu kurang lebih 2 jam itu”, katanya.
Joshua juga menambahkan, bahwa tim Fahrenheit berjanji untuk mengembalikan dana member per tanggal 7 Maret 2022. Namun hingga kini, ia bersama member lainnya tak kunjung mendapatkan pengembalian dana alias refund.
Sementara itu, mengutip Sindonews pada hari Kamis (10/3/2022), ditulis bahwa salah satu korban lain berinisial HL, mengatakan bahwa robot trading Fahrenheit baru berumur jagung, yakni di-launching sekitar bulan Juli 2021. Kini para member tengah melakukan konsolidasi. Mereka tidak rela pelaku yang terang benderang melakukan tindak kejahatan melenggang begitu saja.
“Kami tengah melakukan pelaporan pada Bareskrim. Kami disarankan untuk melengkapi dokumen. Setelah dokumen lengkap, kasus mudah-mudahan akan ditangani. Karena ini benar-benar penipuan yang membuat penderitaan banyak orang,“ kata HL.