Finansial

Amerika Serikat Resmi Gugat China Karena Corona

Amerika Serikat dan China berselisih di seputar masalah virus corona setelah saling tuduh sebagai sumber wabah. Sebagaimana diketahui, China telah mengatakan bahwa militer AS yang mungkin telah membawa virus corona ke China. Sementara AS mengatakan virus itu bisa jadi diciptakan di sebuah lab di Wuhan, sebagaimana banyak spekulasi beredar.

Negara bagian Missouri (AS) menjadi yang pertama yang mengajukan gugatan resmi kepada pemerintah China. Gugatan ini diajukan karena penyebaran virus corona yang kini menjadi pandemi dan telah menyebar hampir di seluruh negara di dunia.

Jaksa Agung Missouri Eric Schmitt mengatakan bahwa China dituduh telah lalai, dan mengakibatkan penduduk Missouri menderita puluhan miliar dolar karena kerusakan ekonomi. Dalam pernyataannya, Schmitt menambahkan, “Di Missouri, dampak virus ini sangat nyata. Ribuan orang telah terinfeksi dan meninggal, keluarga terpisah dari orang-orang dicintai, dan banyak yang berusaha untuk bertahan hidup”.

AS menduduki peringkat pertama dalam penyebaran virus corona di dunia. Dari data Worldmeters, ada 819.175 kasus, dengan 45.343 kasus kematian, dan kasus berhasil sembuh di angka 82.973.

Chimene Keitner, seorang pakar hukum dari Universitas Hastings menilai, tidak ada gugatan serupa dalam sejarah pengadilan AS. Chimene menjelaskan, “Jika AS ingin mengajukan tuntutan terhadap China, itu harus ke forum internasional”.

Sementara itu, Juru Bicara Kemlu China menampik semua tuduhan. Ditulis oleh Reuters, ia menyebut hal tersebut absurd dan tidak memiliki dasar fakta atau hukum. Ia pun menilai hal itu tidak berada pada yuridiksi pengadilan AS. Menurutnya China sudah menginformasikan soal wabah sejak 3 Januari.

Amerika Serikat Resmi Gugat China Karena Corona

Amerika Serikat Resmi Gugat China Karena Corona

Duta Besar China untuk Amerika Serikat Cui Tiankai bahkan memberikan sindiran terselubung kepada Presiden AS Donald Trump saat membahas isu tuntutan yang diajukan oleh beberapa pejabat AS kepada China akibat masalah virus corona.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg pada Selasa (21/4/2020) kemarin, Cui mengatakan bahwa politisi AS kerap membuat tuduhan tidak berdasar untuk mengalihkan perhatian dari informasi ilmiah tentang virus corona yang mematikan.

Ia juga mengatakan bahwa China telah menangani wabah corona yang pertama kali muncul di kota Wuhan itu dengan baik. Pernyataannya itu seolah berupaya mematikan tuduhan yang dilayangkan Trump dan berbagai pihak lainnya yang telah menyebut China gagal memperingatkan dunia tentang risiko wabah secara tepat waktu dan transparan.

Ketegangan antara AS-China terkait virus corona telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini AS dikabarkan sudah mengajukan undang-undang yang akan memungkinkan warganya untuk menuntut China terkait masalah corona di pengadilan federal.

Dalam gugatan class action yang dilakukan bersama dengan beberapa negara lain, termasuk Israel, China terancam untuk membayar sebesar US$ 6 triliun atau sekitar Rp 90 triliun (Kurs Rp 15.000) sebagai kompensasi apabila gugatan diputuskan.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top