Forex

Indikator Parabolic SAR: Definisi dan Penggunaannya

Dapat menganalisis terkait keadaan arah tren pasar merupakan salah satu kemampuan yang sangat baik dan berguna bagi dunia trading forex. Dan seperti yang diketahui, Anda sebagai trader akan diuntungkan jika Anda dapat menggunakan indikator dengan tepat.

Salah satu indikator yang dapat membantu trader untuk menentukan di mana trend mungkin berakhir adalah Parabolic SAR. Indikator ini menempatkan titik pada grafik yang dapat mengindikasikan potensi pembalikan dalam pergerakan harga.

Sebagai informasi, Parabolic SAR merupakan salah satu indikator yang dipublikasikan oleh Welles Wilder dalam bukunya New Concepts in Technical Trading Systems. Untuk membahas lebih jelas mengenai indikator tersebut, mari kita bahas dalam ulasan di artikel ini!

Definisi Parabolic SAR:

Jika dilihat dari sifatnya, indikator Parabolic SAR bersifat lagging dan trend-following. Parabolic SAR sendiri adalah indikator yang cukup unik karena berbentuk titik lingkaran yang dengan mudah dapat dibaca oleh para trader untuk mendapatkan informasi batas harga.

Sang pecipta, Welles Wilder menjelaskan perhitungan munculnya titik-titik pada Parabolic SAR dengan rinci dalam bukunya. Indikator Parabolic SAR adalah salah satu indikator yang digemari oleh para trader karena bisa memberikan sinyal untuk menentukan posisi Buy dan Sell. Indikator ini memiliki cara penggunaan yang sangat simpel serta mudah untuk dipahami.

Kata SAR merupakan singkatan dari Stop And Reverse. Istilah ini juga menjadi fungsi dasar dari indikator Parabolic SAR sebagai penanda tempat berhenti dan berbaliknya arah market. Anda tidak perlu membuat indikator ini secara manual, karena Parabolic SAR biasanya sudah tersedia (built-in) pada platform trading online, termasuk MetaTrader 4 dan MetaTrader 5.

Indikator Parabolic SAR: Definisi dan Penggunaannya

Indikator Parabolic SAR: Definisi dan Penggunaannya

Cara setting Parabolic SAR:

Indikator ini sudah tersedia pada MetaTrader 4 dan MetaTrader 5, artinya adalah Anda hanya cukup untuk membuka “Menu Chart/Grafik” pada platform trading Anda, lalu pilih subfolderTrend” pada daftar “Indicator” di dalam platformNavigator” dan klik dua kali pada “Parabolic SAR“.

Setelah itu, Anda akan melihat dua kolom yaitu “Step” dan “Maximum“. Dimana “Step” adalah untuk ukuran faktor akselerasi, nilai standar yang ditetapkan adalah 0,02. Faktor akselerasi atau acceleration factor dimulai dengan nilai ini dan kemudian akan meningkat secara bertahap sebanyak 0,02 sampai mencapai nilai maksimum 0,20.

Komponen pembentuk Parabolic SAR:

1. Extreme Point (EP): Ditentukan bergantung tren yang sedang berlangsung saat ini.
2. Significant Point: Harga tertinggi atau terendah pasar dalam satu periode.
3. Acceleration Factor (AF): Faktor akselerasi adalah sebuah nilai yang digunakan dalam penempatan titik SAR.

Dalam perhitungannya, Parabolic SAR dituliskan sebagai berikut:

SARBesok= SARSaatIni (AFx (EP-SARSaatIni)

Parabolic SAR ini mungkin merupakan indikator yang paling mudah untuk ditafsirkan karena mengasumsikan bahwa harga naik atau turun. Dengan demikian, indikator ini paling baik digunakan di pasar yang sedang trending, dan yang memiliki kenaikan atau penurunan harga secara panjang. Namun, Anda tidak bisa menggunakan indikator ini di saat keadaan market sideways.

Pada penggunaannya, indikator Parabolic SAR dapat Anda jadikan acuan entry maupun exit, bahkan menjadi titik dimana Anda memasang stop loss. Tetapi yang penting dicatat adalah, ingatlah bahwa Parabolic SAR adalah indikator yang memberikan informasi tentang stop dan reverese.

Kesimpulannya adalah, bahwa Parabolic SAR hanyalah sebuah alat bantu untuk Anda yang merasa bingung ketika menentukan sampai mana trend akan bergerak. Untuk Anda yang agresif dan ingin mencoba menggunakan ini sebagai titik entry, sangat disarankan untuk dikombinasikan dengan cara lain.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top