Crypto

Miliarder Bitcoin Ditemukan Tewas, Nasib Harta Virtualnya Diperdebatkan

Kematian dari seorang miliarder Bitcoin bernama Mircea Popescu menjadi bahan pembicaraan. Pasalnya, ia meninggalkan kekayaan berbentuk mata uang crypto hingga US$ 2 miliar.

Untuk diketahui, Popescu, dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Dia tewas tenggelam setelah berenang di lepas pantai Kosta Rika pada pekan lalu. Pria malang ini dilaporkan tersapu oleh arus dan meninggal di tempat.

Saat insiden terjadi, media Spanyol Teletica memberitakan ada orang asing berusia 41 tahun yang hanyut di Playa Hermosa de Garabito, Puntarenas, Kosta Rika. Kemudian menurut Bitcoin Magazine, berita kematiannya pertama kali muncul di laporan berita Kosta Rika.

Misteri kematiannya belum terungkap hingga kini. Namun nampaknya, orang-orang lebih penasaran akan apa yang terjadi dengan uang kripto yang dikumpulkan Popescu. Sebagai informasi, Popescu menambang uang kripto sejak awal kemunculannya. Dia menjalani kehidupan yang penuh kontroversi dan dijuluki Bapak Toksisitas Bitcoin oleh situs berita kripto Bitcoin.com.

Miliarder Bitcoin Ditemukan Tewas, Nasib Harta Virtualnya Diperdebatkan

Miliarder Bitcoin Ditemukan Tewas, Nasib Harta Virtualnya Diperdebatkan

Dia juga sering dituduh rasisme dan seksisme. Namun, ada beberapa yang menganggapnya sebagai seorang visioner dan menyebutnya sebagai “Bitcoin Evangelis”. Mengutip dari Money Control pada hari Minggu (4/7/2021), Analis kripto Alexander Mardar mengatakan bahwa uang kripto itu mungkin akan hilang selamanya jika tidak dialihkan ke orang kepercayaan Popescu.

Spekulasi tersebut muncul karena hal itu pernah terjadi, di mana uang kripto menghilang selamanya dari sistem saat pemiliknya yang tiba-tiba meninggal, kehilangan kunci, ada error dalam sistem atau bahkan gegara kecelakaan tidak terduga.

James Howells dari Inggris, misalnya, yang telah menambang 7.500 Bitcoin dan menyimpannya di hard drive laptop miliknya, secara tidak sengaja membuang hard drive saat membersihkan rumahnya pada tahun 2013. Saat ini, aset Bitcoin-nya kira-kira bakal bernilai USD 255 juta.

Terkait nasib uang digital milik Popescu, sejumlah pengamat mengatakan bahwa jika Popescu tidak meninggalkan surat warisan untuk seseorang yang dapat mengakes akun Bitcoin-nya, maka warisannya itu akan menjadi kasus kontroversial yang juga mempengaruhi harga Bitcoin.

Pasalnya, nilai Bitcoin yang dimiliki Popescu akan berubah. Jika miliarder itu tidak membuat pengaturan agar orang lain mendapatkan akses ke dompetnya, token itu akan hilang.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top