Forex

4 Istilah Dalam Trading yang Perlu Trader Ketahui, Long, Short, Bullish, Bearish

Ketika belajar mengenai topik yang spesifik, biasanya kita akan menemui istilah-istilah asing yang tidak familiar digunakan sehari-hari. Dan dalam trading pun berlaku demikian, sebab dunia trading memiliki bahasanya sendiri.

Dalam dunia trading, istilah-istilah seperti long, short, bullish, dan bearish memang kerap kali muncul. Meskipun berasal dari bahasa asing, istilah-istilah tersebut juga digunakan masyarakat kita untuk mendeksripsikan situasi tertentu dalam trading.

Penggunaan istilah-istilah tersebut dinilai lebih efektif untuk digunakan berkomunikasi dengan trader lainnya.

Nah, untuk mengetahui makna dari istilah-istilah yang sering digunakan dalam trading, simak uraian berikut ini

4 Istilah Dalam Trading yang Perlu Trader Ketahui, Long, Short, Bullish, Bearish

4 Istilah Dalam Trading yang Perlu Trader Ketahui, Long, Short, Bullish, Bearish


1. Long

Long adalah istilah yang digunakan untuk mengganti kata membeli. Jika seseorang menggunakan istilah long, maka itu artinya dia membeli saham atau mata uang dengan harapakan akan mendapatkan keuntungan dari penjualan kembali saham atau mata uang tersebut.

Misalnya saja Anda membeli 100 saham dengan harga Rp 100 ribu per saham. Maka biaya pembelian total adalah Rp 10 juta. Kemudian beberapa jam kemudian Anda menjual kembali saham tersebut di harga Rp 110 ribu. Maka keuntungan yang ada dapatkan adalah Rp 10 ribu x 100= Rp 1 juta.

2. Short

Apabila seorang trader mengambil posisi short, maka ia berusaha menjual saham yang bukan miliknya dengan harapan akan membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah. Dalam trading, trader diizinkan untuk membeli kemudian menjual atau menjual kemudian membeli.

Sehingga, trader juga bisa menjual saham dengan harga tinggi dan membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah, sehingga dia mendapat keuntungan dari selisih harga jual dan beli tersebut. Jika seseorang mengambil posisi short, maka itu artinya dia percaya bahwa harga saham akan turun.

Misalnya saja Anda mengambil posisi short dengan menjual 100 saham dengan harga Rp 100 ribu per saham. Maka Anda akan mendapatkan Rp 10 juta dari hasil penjualan saham tersebut, akan tetapi akun Anda masih hutang 100 saham. Untuk mengembalikannya, Anda perlu membeli 100 saham.

Beberapa jam kemudian, harga saham turun sesuai ekspektasi Anda. Kemudian Anda membeli 100 saham tersebut dengan harga yang lebih rendah, Rp 90 ribu per saham. Maka uang yang perlu Anda keluarkan adalah 9 juta. Sehingga masih ada sisa 1 juta sebagai profit.

3. Bullish

Bullish adalah keyakinan trader bahwa nilai suatu saham atau aset akan naik. Misalnya saja seseorang berkata bahwa emas masih dalam kondisi bullish, maka itu artinya ia percaya bahwa harga emas masih bergerak naik.

Apabila seseorang berpendapat pasar sedang bullish, maka itu artinya dia percaya bahwa pasar akan menguat dan bergerak naik dalam jangka waktu tertentu.

Sebagai aksi dari keyakinannya tersebut, umumnya trader akan mengambil posisi dengan harapan akan mendapatkan keuntungan dari situasi pasar. Namun ada pula trader yang tidak bereaksi meskipun ia sadar bahwa pasar sedang bullish.

4. Bearish

Bearish merupakan istilah yang memiliki arti kebalikan dari bullish. Saat seseorang berkata bahwa suatu aset dalam kondisi bearish, maka ia percaya bahwa harga aset tersebut akan jatuh.

Saat trader mengetahui suatu saham dalam kondisi bearish, kebanyakan dari mereka akan langsung menjual saham tersebut, atau kalau tidak mereka akan rugi.

Jika seseorang menggunakan istilah bearish pada suatu pasar, maka dia percaya bahwa harga aset akan turun dalam periode tertentu.

Mungkin itulah 4 istilah familiar dalam dunia trading yang wajib Anda ketahui. Semoga penjelasan di atas dapat menambah pengetahuan dan wawasan.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top