Crypto

Inilah 5 Mata Uang Kripto Asal Indonesia, Apa Saja?

Seperti yang diketahui, industri aset semakin populer di waktu belakangan ini. Tak hanya itu saja, industri yang sama juga semakin berkembang di Tanah Air. Maka tak heran, jika pada akhirnya terdapat sejumlah perusahaan cryptocurrency yang berusaha untuk mencari peluang dengan salah satu caranya adalah dengan menerbitkan aset kripto.

Jika melihat data yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang mengatakan, bahwa nilai transaksi investasi kripto di Indonesia hingga bulan Mei tahun 2021 ini telah mencapai angka Rp 370 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar lebih dari lima kali jika dibandingkan dengan data pada akhir tahun lalu yang hanya sebesar Rp 65 triliun.

Sementara itu, pada data yang sama juga disampaikan terkait adanya kenaikan signifikan dari jumlah pemain kripto di Tanah Air. Pada bulan Mei 2021 saja, telah mengalami kenaikan hingga sebesar 62,5% menjadi 6,5 juta orang. Jika dibandingkan dengan data pada tahun 2020 saja, jumlah pemain mata uang digital di Indonesia hanya sebanyak 4 juta orang.

Terlepas dari itu, mungkin selama ini kita hanya mengenal jenis-jenis mata uang kritpo populer, diantaranya adalah Bitcoin, Dogecoin, Ethreum bahkan hingga Ripple. Namun tahukah Anda, bahwa ada beberapa mata uang kripto yang berasal dari Indonesia dan memiliki nilai yang bagus? Berikut ulasannya!

5 Mata Uang Kripto Buatan Indonesia:

1. Tokenomy (TEN)

Sebagai informasi, Tokenomy adalah gabungan dari kata Token dan Ekonomi. Yang merupakan desain token dan seperangkat aturan ekosistem ekonomi yang mudah juga aman bagi siapa saja. TEN sendiri diluncurkan pada 15 Januari 2018.

Mata uang kripto ini diketahui dirancang oleh Oscar Darmawan, penggagas perusahaan perantara jual beli kripto (exchange) terbesar di Indonesia, Indodax. Gagasan utama di balik Tokenomy adalah merancang berdasarkan teori insentif, dan penggunaan token oleh semua pemangku kepentingan di ekosistem, baik itu pelanggan, pemasok, dan promotor atau sponsor token.

2. Toko Token (TKO)

TKO adalah salah satu mata uang digital yang diterbitkan oleh Tokocrypto. Tokocrypto sendiri merupakan satu dari sekian exchange yang diakui secara resmi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

TKO sendiri dikenalkan untuk pertama kali adalah pada Maret 2021 lalu. TKO memanfaatkan fitur Binance Launchpad dan di bangun di atas Binance Smart Chain (BSC). TKO menjadi proyek kripto lokal Indonesia pertama yang menyediakan model token hybrid unik, yakni utilitas CeFi dan DeFi.

5 Mata Uang Kripto Buatan Indonesia, Apa Saja?

3. Xaurius (XAU)

Pada awal tahun ini, PT Xaurius Asset Digital (Xaurius) diketahui telah meluncurkan inovasi token kripto di Indonesia berbasis emas Antam. Mengusung konsep stable coin, maka token XAU mempunyai nilai yang terkait dengan aset nyata, di mana 1 XAU = 1 gram emas Antam

Nicco D Lawrence sebagai Direktur Xaurius menjelaskan bahwa latar belakang diciptakannya token XAU adalah upayanya ingin mengubah industri emas yang sudah ada dengan menciptakan infrastruktur berbasis blockchain. Tokenisasi emas melalui blockchain ini diharapkan dapat memastikan transaksi yang aman dan transparan.

4. Zipmex Token (ZMT)

Untuk diketahui, Zipmex adalah sebuah platform bursa aset kripto yang beroperasi di Singapura, Australia, Indonesia dan juga Thailand. Sementara itu, ZMT adalah token ERC-20 yang diluncurkan sebagai aset digital native di dalam platform exchange Zipmex.

Merujuk Whitepaper ZMT, awal mula diciptakannya token ini adalah untuk meningkatkan dan mempromosikan ekosistem Zipmex. Serta, memberikan imbalan dan keuntungan kepada komunitas pengguna Zipmex.

5. BBX Coin

BBX Coin merupakan salah satu mata uang kripto yang dibangun dengan Smart Contract di platform Ethereum, selain itu BBX Coin juga mengikuti standar token ERC20 dalam penerapan implementasinya.

BBX Coin diluncurkan melalui skema ICO yang digelar di platform Rekeningku.com pada 2 Juli 2018. Saat pertama kali dirilis, BBX Coin disuplai dengan jumlah 19,99 juta koin, namun hanya 20% atau 4 juta koin yang dijual ke publik. Sedangkan sisanya atau 80% untuk peserta program Loyalty Points.

William Adhiwangsa
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top