Finansial

Berapa Total Kerugian Italia dalam Sebulan Pertama Karantina?

Italia adalah salah satu negara di Eropa yang terdampak virus corona paling parah. Negara yang memiliki destinasi populer seperti Venesia dan Roma ini banyak dinilai akan terjun ke dalam resesi ekonomi. Pemerintah setempat memilih untuk menutup wilayah sebagai usaha untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Cara ini membawa dampak ekonomi yang tidak pernah terjadi dan dibayangkan dalam sejarah negara itu.

Pada hari Senin tanggal 9 Maret yang silam, Italia ditutup oleh Perdana Menteri Guiseppe Conte. Pada saat itu jumlah korban di Italia yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Italia tercatat ada 9.172 kasus positif virus corona. Situasi ini menjadikan Italia adalah negara kedua di dunia yang memberlakukan penutupan di seluruh kawasan teritori. Sebelumnya ada Iran yang memberlakukan hal yang sama.

Pada hari Minggu tanggal 22 Maret, Conte mengumumkan bahwa agar seluruh perusahaan di Italia yang melakukan kegiatan produksi tidak penting untuk tutup guna mengurangi jumlah orang yang berada di luar rumah, sehingga wabah ini tidak semakin menyebar.

Pada data ISTAT, hampir separuh perusahaan Italia dan 7,4 juta pekerja dalam keadaan tidak berproduksi. Sedangkan menurut hitungan Center for Confindustrial Studies (CSC) ketiadaan produksi bisa mengurangi PDB hingga 0,75 persen. Hal yang tidak berbeda, juga dikatakan oleh IMF, bahwa negara yang merupakan ekonomi terbesar ke delapan di dunia ini, akan mengalami pukulan ekonomi terbesar sejak Perang Dunia Kedua.

Berapa Total Kerugian Italia dalam Sebulan Pertama Karantina?

Berapa Total Kerugian Italia dalam Sebulan Pertama Karantina?

Sektor pariwisata yang menyumbang 13,2 dari keseluruhan PDB Italia juga yang mengalami dampak parah. Padahal sektor ini juga yang mempekerjakan lebih 14 persen penduduk, dengan total sekitar 3,5 juta orang. Sepanjang tahun lalu, Italia menghasilkan pendapatan sebesar 42.000 juta euro dari sektor pariwisata, dengan kedatangan wisata internasional sekitar 60 juta wisatawan.

Menurut perkiraan Confindustria, tingkat pengangguran saat ini mencapai 9,9 persen dan akan meningkat pada akhir tahun hingga 11,1 persen. Dampak ekonomi ini tidak berlaku sama untuk semua wilayah yang berada di Italia. Beberapa kota yang terletak di utara Italia merupakan wilayah paling terdampak karena kawasan di sana mayoritas adalah industri.

Pada bulan sebelumnya Guiseppe Conte mengucurkan 380.000 juta euro, dan pada awal minggu ini pemerintah mengaktifkan skema pinjaman perusahaan dengan nilai yang totalnya mencapai US$ 435.000 juta. Dana ini digunakan untuk pembiayaan tunjangan pengangguran, juga untuk membantu kesulitan pekerja. Kondisi ini membuat kebangkitan dan pembukaan perusahaan masih belum jelas pasti kapan akan dilakukan. Saat ini Conte mengumumkan bahwa pembatasan pergerakan masih berlangsung hingga tanggal 3 Mei besuk.

Conte juga sempat mengungkapkan tentang ada dan perlunya solusi Eropa untuk menangani krisis ini, dan menyerukan adanya langkah kongkret seperti dikeluarkannya obligasi Eropa untuk menjamin likuiditas negara-negara yang ditimpa kesulitan parah.

Benny Faizal
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement
To Top