Forex

Perbedaan Broker Forex Dealing Desk dan Non Dealing Desk

Dalam dunia trading forex, salah satu pemain kunci dalam bisnis ini adalah terletak pada broker. Agar bisa trading forex, trader akan membuka akun trading di broker forex terpercaya, menyetorkan dana ke akun tersebut, kemudian menggunakan dana untuk trading forex melalui platform trading online.

Sebagai informasi, untuk memastikan bahwa broker forex menjalankan aktivitasnya secara legal dan tidak menyalahgunakan dana trader, maka pemerintah di berbagai negara menunjuk sebuah lembaga pemerintah atau swasta tertentu untuk bertindak sebagai regulator. Contoh regulator broker forex: Bappebti (Indonesia), FCA (Inggris), ASIC (Australia), NFA dan CFTC (Amerika Serikat), JFSA (Jepang), AMF Prancis, CySEC Siprus, IFSC Belize, dan lain sebagainya.

Broker juga menyediakan platform trading forex untuk memfasilitasi transaksi secara online. Dalam operasionalnya, broker forex akan bekerjasama dengan berbagai perusahaan lain seperti penyedia likuiditas (Liquidity Provider) dan pengembang (Technology Provider).

Selain itu, broker juga membantu menyalurkan feed harga ke platform trading online agar dapat dipergunakan oleh trader, dan membantu eksekusi order trader pada harga yang sesuai. Kebanyakan broker mempunyai fitur withdrawal dan deposit –ini dapat membantu trader menyetor dan menarik dana dengan mudah dari akun perseorangan.

Dalam sistem penawarannya, setiap broker juga memiliki cara sendiri-sendiri untuk menggaet calon investor. Misalnya memberi fasilitas ekstra sinyal trading gratis bahkan bonus promo tertentu. Dan broker-broker forex juga menyediakan layanan pelanggan yang komunikatif agar dapat menyelesaikan kendala trader dengan cepat. Dan menyediakan akun demo juga edukasi forex gratis bagi pemula.

Jenis-jenis Broker pada Trading Forex:

Untuk informasi, ada banyak sekali broker forex di pasar, yang hadir untuk membantu Anda membuka akun dan melakukan perdagangan forex. Namun tidak semua dari broker-broker tersebut sama, mereka memiliki perbedaan model bisnis yang signifikan dan harus Anda ketahui sebagai seorang trader forex sebelum Anda membuka akun.

Perbedaan Broker Forex Dealing Desk dan Non Dealing Desk

Perbedaan Broker Forex Dealing Desk dan Non Dealing Desk

Penting bagi Anda sebagai trader untuk memahami perbedaan dari jenis-jenis broker forex. Hal ini sebagai dasar bagi Anda untuk memilih strategi trading yang akan diterapkan selanjutnya. Karena ada banyak faktor yang bisa dijadikan tolak ukur untuk kesuksesan dalam dunia trading, salah satu langkah awalnya bisa dimulai dengan pemilihan broker yang tepat. Nah, dalam memilih broker Anda terlebih dahulu harus mengetahui pilihan transaksi seperti apa yang Anda inginkan.

Begitupun saat ingin memilih broker, dengan banyaknya jenis broker yang ada pada saat ini, mau tidak mau membuat Anda harus mengenal tipe dari masing masing broker dari setiap jenisnya. Anda wajib mengetahui mana saja diantara tipe broker-broker tersebut yang merupakan broker yang hadir dengan layanan terbaik kepada para nasabah serta merupakan tipe broker yang sesuai dengan keinginan Anda.

Secara garis besar terdapat dua jenis broker yang bermain dalam kategori trading online, yaitu:

1. Broker Dealing Desk

2. Broker Non Dealing Desk

Perbedaan Broker Dealing Desk dan Non Dealing Desk pada Forex:

Saat membahas tentang dunia trading forex, pasti tak bisa dilepaskan dari peran broker. Dalam trading forex, diperlukan broker yang bertugas sebagai perantara antara pihak penjual dengan pembeli dalam melakukan transaksi jual beli. Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa terdapat dua jenis broker yang terdapat pada trading forex. Lantas, apa perbedaan dari keduanya?

1. Broker Dealing Desk

Broker jenis ini disebut sebagai bandar dikarenakan peranannya menjadi penjual dan pembeli dengan transaksi yang dilakukan di atas meja broker tersebut. Pada dasarnya, broker jenis ini mendapatkan keuntungan terbesarnya dari kekalahan para user-nya, sehingga bila user menghasilkan profit maka broker akan membayar dari kas broker tersebut sendiri, bukan murni dari pasar yang sesungguhnya.

Jika Anda ingin bertrading di jenis broker Dealing Desk, maka pastikan Anda berurusan dengan broker Dealing Desk yang terdaftar (teregulasi) sebagai perusahaan pialang dan telah bereputasi baik.

Namun broker jenis ini menawarkan sejumlah fasilitas, di antaranya adalah leverage tinggi hingga 1:1000, bebas bunga, spread kecil (terkadang fixed spread), bonus-bonus menarik, hingga kemungkinan deposit dan withdrawal mudah lewat pihak ketiga.

2. Broker Non Dealing Desk

Broker Non Dealing Desk atau yang biasa disebut dengan NDD kurang lebih adalah kebalikan dari broker dealing desk. Sang broker tidak akan mengambil order yang berlawanan dengan Anda. NDD broker hanya berfungsi sebagai penghubung antara klien dan pasar forex, dalam hal ini adalah pasar interbank.

Biasanya, broker jenis ini tidak menentukan spread yang tetap. Spread yang ditetapkan broker Non Dealing Deks bersifat berubah-ubah bergantung pada pasar yang sesungguhnya. Kelebihan dari NDD adalah harga yang ditampilkan di layar monitor Anda adalah yang sebenarnya terjadi di pasar. Jadi broker NDD sifatnya lebih transparan terhadap pergerakan harga

Broker jenis ini sangat disarankan untuk para trader profesional. Alasannya yaitu karena adil, tanpa manipulasi. Broker ini membuat user dapat bertrading melawan pasar yang sebenarnya, dan bukan melawan broker atau bandar. Jenis broker Non Dealing Desk dibagi menjadi 3 , yaitu ECN Broker, STP Broker dan STP+ECN.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan dari dua jenis broker yang ada pada trading forex. Namun sebelum Anda memilih broker, adalah penting untuk mengetahui perihal regulasi dari broker yang Anda pilih. Untuk informasi, regulasi broker forex merupakan sebuah sistem keamanan yang menjadi perantara antara trader dengan bank internasional. Regulasi ini menjaga keamanan data akun pengguna atau trader sehingga tidak mengalami masalah saat disimpan di perusahaan broker forex tersebut.

Pada dasarnya baik trader pemula maupun trader yang sudah berpengalaman, tetap harus menjadikan regulasi sebagai pertimbangan utama dalam memilih broker. Meskipun demikian, memilih broker berdasarkan regulasinya juga harus selektif. Karena regulasi broker forex juga memiliki klasifikasi dan kelasnya sendiri-sendiri.

Pencarian sesuai topik:

  • cara trading forex indonesia
Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top