Crypto

Regulator UE Ingatkan Investor Kripto Berisiko Kehilangan Semua Uang

Regulator UE Ingatkan Investor Kripto Berisiko Kehilangan Semua Uang

Regulator UE Ingatkan Investor Kripto Berisiko Kehilangan Semua Uang

Investor kripto bisa saja berisiko kehilangan semua uang mereka yang diinvestasikan dalam aset crypto dan dapat menjadi mangsa penipuan. Hal ini disampaikan oleh Pengawas sekuritas, perbankan, dan asuransi Uni Eropa dalam pernyataan bersama pada Kamis pada tanggal 17 Maret 2022.

Pada kesempatan itu, tiga otoritas Uni Eropa (EBA, ESMA, dan EIOPA- ESA) mengatakan, “Konsumen menghadapi kemungkinan yang sangat nyata kehilangan semua uang yang diinvestasikan jika mereka membeli aset ini”.

Kripto Berisiko

Terkait hal ini, pihak otoritas juga memperingatkan kepada konsumen bahwa banyak aset kripto sangat berisiko dan spekulatif. ESA menetapkan langkah-langkah utama yang dapat diambil konsumen untuk memastikan mereka membuat keputusan yang tepat.

Regulator UE semakin khawatir karena ada banyak konsumen membeli 17.000 aset kripto yang berbeda, termasuk Bitcoin dan Ether, yang merupakan 60 persen dari pasar, tanpa sepenuhnya menyadari risikonya.

“Konsumen harus waspada terhadap risiko iklan yang menyesatkan, termasuk melalui media sosial dan influencer,” kata pernyataan tersebut.

Regulator juga mengingatkan, konsumen harus sangat waspada terhadap pengembalian cepat atau tinggi yang dijanjikan, terutama yang terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Tak hanya itu, konsumen juga perlu menyadari untuk memproduksi beberapa aset kripto sangat tinggi dan memberikan dampak besar bagi lingkungan.

Jumlah Konsumsi Litrik

Sebagai tambahan informasi, untuk menghasilkan Bitcoin dilakukan aksi mining atau penambangan dengan melibatkan komputer khusus dan nyatanya kegiatan itu membutuhkan konsumsi daya listrik yang besar. Tak jarang komputer harus bekerja 24 jam selama tujuh hari.

Dilaporkan bahwa berdasarkan hasil riset Universitas Cambridge, Inggris, konsumsi listrik Bitcoin dalam setahun lebih tinggi dari seluruh Argentina. Dari penelitian tersebut, konsumsi listrik untuk menambang Bitcoin diketahui mencapai 121,36 terawatt-hour (TWh) setahun. Konsumsi stabil setiap tahunnya kecuali ketika harga Bitcoin turun yang buat penambang rugi melakukan aksi mining.

Peneliti Cambridge Center for Alternative Finance, Michael Rauchs mengatakan, “Bitcoin mengkonsumsi listrik sebanyak itu. Ini tidaklah sesuatu yang akan berubah di masa depan kecuali harga Bitcoin turun secara signifikan”.

Sebelumnya, kali pertama konsumsi listrik tambang Bitcoin menembus nilai tertinggi sepanjang masa adalah pada 6 November 2020. Ketika itu nilainya melampaui 9 Juli 2019 (63,16 Terawatt jam per tahun). Peningkatan konsumsi terlihat melonjak sejak 22 November 2020 (92,78 Terawatt jam per tahun).

William Adhiwangsa
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Penipuan Crypto, 46 Ribu Orang Rugi Triliunan Rupiah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top