Crypto

Mengenal Stabelcoin, Kripto Anti Volatilitas

Seperti yang diketahui, dunia cryptocurrency saat ini tengah mengalami progres pertumbuhan yang sangat pesat.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Cambridge Center for Alternative Finance, diketahui, bahwa jumlah pengguna mata uang digital secara global telah alami peningkatan dari sebanyak 35 juta pada tahun 2018 menjadi sebanyak 101 juta pada tahun 2020.

Seperti yang diartikan secara harfiah yaitu ‘koin stabil’, stablecoin adalah aset digital dengan harga yang stabil. Koin digital ini dipatok terhadap aset yang dipesan seperti USD, emas, atau komoditas aset digital lain yang diperdagangkan.

Tidak seperti Bitcoin dan Ethereum yang nilainya mudah berubah, koin jenis ini nilainya akan tetap stabil. Oleh karena itu, banyak bisnis dan perusahaan memilih untuk menggunakan aset digital ini karena terjamin tidak ada volatilitas harga.

Stablecoin adalah kelas baru cryptocurrency yang mencoba menawarkan stabilitas harga dan didukung oleh berbagai aset cadangan. Stablecoin telah mendapatkan daya tarik saat mereka mencoba menawarkan yang terbaik dari kedua dunia, yaitu dengan privasi pembayaran cryptocurrency, serta penilaian stabil yang bebas volatilitas dari mata uang fiat.

Sebagai tambahan informasi, idealnya, mata uang kripto harus mempertahankan daya belinya dan harus memiliki inflasi serendah mungkin, cukup untuk mendorong pengeluaran token daripada menyimpannya. Stablecoin memberikan solusi untuk mencapai perilaku ideal ini.

Dikutip dari berbagai sumber, diketahui bahwa saat ini terdapat tiga jenis stablecoin yang ada di pasar aset digital, yakni:

Stablecoin didukung oleh Fiat

Ini adalah jenis yang paling umum yang didukung oleh mata uang fiat lainnya dengan rasio 1:1. Contohnya adalah Tether, Indonesia Rupiah Token, dan USD Coin.

Stablecoin Algoritma

Stablecoin jenis ini menggunakan algoritma yang berbasis blockchain untuk memastikan koin akan selalu diperdagangkan dengan harga satu dolar AS. Contoh kripto yang masuk kategori ini adalah Basis dan Carbon USD.

Stablecoin yang didukung oleh aset digital

Hampir sama dengan fiat, meski koin jenis ini dipatok ke dolar AS dengan rasio 1:1 namun jaminan yang mendasarinya adalah aset digital, bukan fiat. Contohnya adalah Ethereum sebagai jaminan untuk peminjam DAI.

Mengenal Stabelcoin, Kripto Anti Volatilitas

Mengenal Stabelcoin, Kripto Anti Volatilitas

Sementara itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menerbitkan aturan baru yang mengatur perdagangan kripto di dalam negeri.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Perba) Nomor 7 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Dalam beleid yang diterbitkan dan mulai berlaku pada 17 Desember 2020 itu, Bappebti menetapkan hanya 229 jenis kripto yang diakui untuk bisa diperdagangkan di Indonesia.

Berikut daftar 229 jenis aset kripto yang ditetapkan untuk dapat diperdagangkan:

Bitcoin, Ethereum, Tether, Xrp/ripple, Bitcoin cash, Binance coin, Polkadot, Chainlink, Lightcoin, Bitcoin sv, Litecoin, Crypto.com coin, Usd coin, Eos, Tron, Cardano, Tezos, Stellar, Neo, Nem.

Cosmos, Wrapped bitcoin, Iota, Vechain, Dash, Ehtereum classic, Yearn.finance, Theta, Binance usd, Omg network, Maker, Ontology, Synthetix network token, Uma, Uniswap, Dai, Doge coin, Algorand, True usd, Bittorrent.

Compound, 0x, Basic attention token, Kusama, Ok blockchain, Waves, Digibyte, Icon, Qtum, Paxos, standard, Ren protocol, Loopring Ampleforth, Zilliqa, Kyber network, Augur, Lisk, Decred, Bitshares, Bitcoin gold.

Aragon, Elrond, Enjin coin, Band protocol, Terra, Balancer, Nano, Swipe, Solana, Bitcoin diamond, Dfi.money, Decentraland, Avalanche, Numeraire, Golem, Quant, Bytom, Serum, Iexec rlc, Just.

Verge, Pax gold, Matic network, Kava, Komodo, Steem, Aelf, Fantom, Horizen, Ardor, Hive, Enigma, V. Systems, Z coin, Wax, Stratis, Ankr, Ark, Syscoin, Power ledger.
Stasis euro, Harmony, Pundi x, Solve.care, Gxchain, Coti, Origin protokol, Xinfin network, Btu protocol, Dad, Orion protocol, Cortex Sandbox, Hash gard, Bora, Waltonchain, Wazirx, Polymath, Request, Pivx.

Coti, Fusion, Dent, Airswap, Civic, Metal, Standard token protokol, Mainframe, 12ships, Lambda, Function x, Cred, Ignis, Adex, Moviebloc, Groestlcoin, Factom, Nexus, Lbry credits, Gemini dollar.

Einsteinium, Vidycoin, Nkn, Go chain, Cream finance, Medibloc, Fio protocol, Nxt, Aergo, High performance blockchain, Cartesi, Tenx, Siacoin, Raven coin, Status, Storj, Electroneum (etn), Aurora, Orbs, Loom network.

Storm, Vertcoin, Ttc, Metadium, Pumapay, Nav coin, Dmarket, Spendcoin, Tael, Burst, Gifto, Sentinel protocol, Quantum resistant ledger, Digix gold token, Blocknet, District0x, Propy, Eminer, Ost, Steamdollar.

Particl, Data, Sirinlabs, Tokenomy, Digitalnote, Abyss token, Cake, Veriblock, Hydro, Viberate, Rupiah token, Vexanium, Global social chain, Ambrosus, Refereum, Crown, Daex, Cryptaur, Spacechain, Expanse.

Sumokoin, Honest, Auroracoin, Vodi x, Smartshare, Exclusive, Cosmo coin, Aidcoin, Adtoken, Play game, Lunacoin, Staker, Klaytn, Flamingo, Wing, Bella protocol, Mil.k, Bakery token, Lyfe, Ionomy limited.

Smart chain solution, Kryptovit, Eautocoin, Quantum, Bankex, Chaincoin, Hara coin, Venus protocol, dan yang terakhir adalah Alpha finance.

Lita Alisyahbana
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trading Saham di EXNESS
To Top